YOKOSO

Irasshaimase Minna-san...
Welcome to my Blog

Senin, 13 Juni 2011

Pameran Pendidikan Jepang Global 30: Peluang Baru Studi di Jepang

BANDUNG, itb.ac.id - Kedutaan Besar Jepang beserta perwakilan dari universitas-universitas ternama di Jepang yang tergabung dalam program Global 30 menyelenggarakan seminar studi di Jepang dan expo pendidikan di Jepang di Aula Timur ITB pada Minggu (15/05/11). Selain mendapatkan informasi yang lengkap mengenai program-program studi yang disediakan dalam booth masing-masing universitas, para pengunjung juga dipersilakan untuk mengikuti simulasi dari beberapa dosen Jepang dalam bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini, pemerintah Jepang berharap dapat pelajar-pelajar Indonesia bersemangat dan tidak ragu lagi untuk melanjutkan studi di Jepang.

Pameran pendidikan ini merupakan bagian dari program Global 30 yang dicanangkan oleh pemerintah Jepang pada tahun 2008, untuk melakukan internasionalisasi pendidikan di Jepang dengan target menerima 300.000 mahasiswa asing pada tahun 2020. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah Jepang sudah mulai membenahi diri dengan memberikan berbagai macam kemudahan untuk mendaftarkan diri ke universitas-universitas Jepang serta menyediakan lingkungan yang memudahkan mahasiswa asing untuk tinggal dan belajar di Jepang.
Banyak program studi yang kini menyelenggarakan kuliah 100% dalam bahasa Inggris. Kesempatan studi pun diperluas, kini tidak hanya program kuliah reguler yang ditawarkan, namun juga program pertukaran pelajar singkat selama beberapa bulan untuk mengenal atmosfer pendidikan Jepang secara langsung.

Terhitung 17 universitas-universitas ternama Jepang mengirimkan perwakilan untuk pameran ini, antara lain Universitas Tohoku, Universitas Tsukuba, Universitas Tokyo, Universitas Nagoya, Universitas Kyoto, Universitas Osaka, Universitas Kyushu, Universitas Keio, Universitas Sophia, Universitas Meiji, Universitas Waseda, Universitas Doshisha, Universitas Ritsumeikan, Universitas Chiba, Universitas Shizuoka, Universitas Teknologi Toyohashi, dan Universitas Hiroshima.
Setiap universitas menyediakan informasi yang lengkap dan menyeluruh, serta menjawab dengan baik setiap pengunjung yang datang bertanya. Kedutaan Besar Jepang serta Japan Student Service Organization (JASSO) juga hadir untuk memberikan informasi secara umum untuk topik-topik seperti atmosfer pendidikan di Jepang dan program beasiswa. "Great service, great information. Mereka semua sangat welcome," puji Doni Herlambang (Fisika 2007) yang mengikuti pameran ini.

Selain mendapatkan informasi studi dari perwakilan universitas, para pengunjung juga dapat merasakan langsung suasana belajar dengan mengikuti simulasi kuliah yang diberikan oleh dosen-dosen Jepang mengenai berbagai topik menarik dalam bahasa Inggris. Terhitung sembilan sesi masing-masing dalam dua ruangan berbeda membahas berbagai bidang penelitian dan perkenalan universitas.
"Sangat bermanfaat. Bahkan ada profesor dan wakil rektor yang datang, semuanya membawa informasi yang fresh. Sayangnya seminar dan expo dilakukan bersamaan, jadi tidak bisa ikut semua seminarnya," komentar Nida Asma Amaniy (Teknik Industri 2009) yang telah mengikuti pameran ini sejak awal.

Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang berjumlah 2.190 orang, menempati peringkat 8 di dunia dan peringkat 4 di ASEAN, setelah Vietnam, Malaysia, dan Thailand. "Persentasenya sangat kecil dari keseluruhan mahasiswa asing di Jepang jika mempertimbangkan kedekatan hubungan Jepang-Indonesia," ujar Hiroaki Motomura, Sekretaris bidang Pendidikan dari Kedutaan Besar Jepang, "Kami berharap jumlahnya bisa meningkat."

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesempatan belajar di Jepang melalui program Global 30, dapat dibuka di sini.

Konsep Pembaharuan Kurikulum di Jepang

Seperti halnya di Indonesia, pergantian kurikulum juga terjadi di Jepang, sekalipun tidak dalam frekuensi yang sama. Panduan tentang muatan pembelajaran di sekolah termuat dalam gakusyuushidouyouryo (学習指導要領). Dokumen ini berisikan keterangan lengkap tentang tujuan pembelajaran di sekolah, materi pelajaran, pendidikan moral dan kegiatan khusus terkait dengan sekolah. Gakusyuushidouyouryou dapat dikatakan sebagai standar minimum yang harus dicapai oleh sekolah-sekolah negeri (国立学校)、sekolah publik (公立学校)、dan sekolah swasta (私立学校).
Gakusyuushidouyouryou pertama kali dikeluarkan pada tahun 1947, bertepatan dengan lahirnya UU Pendidikan di Jepang. Selanjutnya berkali-kali mengalami pemabaharuan, yaitu pada tahun 1951, 1956, 1961, 1971, 1980, 1992, 2002, dan yang akan datang adalah 2011. Pembuatan dan penerapannya secara sempurna biasanya memakan waktu 2 tahun setelah diterbitkan, dan biasanya SD dan SMP akan menerapkan duluan daripada SMA. Selain pendidikan dasar dan menengah, pendidikan pra sekolah (TK) juga mempunyai gakusyuushidouyouryou.
Pembaharuan kurikulum di Jepang mengikuti pola 10 tahunan. Tentunya ada hal baru yang dimasukkan dalam setiap kurikulum, mengikuti perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Jepang dan dunia. Tetapi sekalipun perubahan selalu terjadi, para pakar pendidikan Jepang mensinyalir adanya kemunduran dalam dunia pendidikan di Jepang.
Kemunduran tersebut di antaranya adalah menurunnya minat bersekolah anak-anak, dekadensi moral dan kedisiplinan yang mulai rapuh, juga prestasi belajar yang menurun yang terbukti dari hasil PISA atau TIMMS, sekalipun beberapa pakar meragukan alat ukur ini sebagai alat yang tepat untuk mengukur kemampuan akademik siswa.
Jadi apa sebenarnya yang harus diubah dalam pembaharuan kurikulum ?
Professor saya yang mendalami tentang hal ini menyampaikan bahwa permasalahannya bukan terletak kepada perubahan isi setiap mata pelajaran (kyouka katei), dan juga bukan pada perubahan metode pengajaran di kelas, tetapi gakusyuushidouyouryou harus memuat perubahan sistem pendidikan di sekolah.
Konsep manajemen kurikulum (curriculum management) pada umumnya adalah mengotak-atik mata pelajaran dalam kurikulum, mengubah dan memperbaiki tujuan dan menambahkan atau mengurangi muatan belajar. Tindakan seperti ini bukannya salah, tetapi bagian terpenting dari sebuah pendidikan adalah bukan pada isinya yang banyak, tetapi pendekatan cara mendidik.
Oleh karena itu Professor saya menggunakan istilah “kyouikukatei“(教 育課程)yang kalau diterjemahkan secara gampang adalah Rencana Pendidikan di Sekolah. Isinya bukan saja mengenai kegiatan intra kurikular tetapi juga ekstra kurikular. Yang dimaksud dengan kegiatan ekstra kurikular bukan saja berupa klub (bukatsudou), tetapi seharusnya dikembangkan berdasarkan rundingan guru, kepala sekolah, orang tua dengan mempertimbangkan kemampuan anak dan kondisi lingkungan/daerah di mana dia berada.
Dengan kata lain, nafas pendidikan yang mesti dibawakan oleh gakusyuushidouyouryou bukanlah perkara yang memaksa guru atau menyengsarakan guru (karena ketidakjelasannya) dalam mengembangkan materi yang dia ajarkan. Akan tetapi gakusyuushidouyouryou harus mengajak komponen sekolah untuk membicarakan bagaimana pendidikan di sekolah seharusnya dikembangkan berdasarkan standar minimal yang ditetapkan pemerintah.
Jika ada seorang guru berhasil mengembangkan materi pelajarannya, mengembangkan metode baru dan selesai dengan cepat menyusun silabus pengajaran, itu bukanlah sebuah kemajuan bagi pendidikan di sekolah. Tetapi yang terpenting adalah menjadikan keberhasilan itu menjadi bukan milik pribadi, tetapi dimiliki oleh semua guru dan aparat sekolah.
Gakusyuushidouyouryou harus diterjemahkan bersama dalam pembicaraan intens antara guru, kepala sekolah dan sesekali melibatkan orang tua. Hasil penggodokannya akan berupa implementasi program pendidikan anak di sekolah.
Dengan landasan berfikir seperti ini, maka pendidikan tidak lagi sekedar merupakan jiplakan apa yang tertera dalam kurikulum, tetapi pendidikan di sekolah merupakan pengembangan standar minimal yang dituliskan di dalam gakusyuushidouyouryou menjadi sebuah kegiatan/program yang berorientasi kesiswaan.
Untuk keperluan tersebut, tidak cukup jika hanya guru yang bergerak, atau kepala sekolah yang menggerakkan. Tetapi perlu kerelaan hati untuk duduk membincangkannya dengan membawakan data akurat tentang siswa, potensi sekolah(guru), orang tua, dan masyarakat (lingkungan).
Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan-tulisan lain tentang dunia pendidikan Jepang dapat juga diakses melalui link :

Pameran Pendidikan Jepang di 3 Kota

shutterstock Jakarta: Informasi terbaru mengenai pendidikan di Jepang bisa didapatkan dari The Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology of Japan (MEXT)

JAKARTA - Ingin mendapat informasi langsung tentang peluang kuliah di Jepang dari perguruan tinggi di Jepang secara langsung? Akhir pekan ini 13 perguruan tinggi Jepang hadir dalam pameran Peluang Baru Studi di Jepang, yang berlangsung di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Seiko Namba, atase Pers Kedutaan besar Jepang untuk Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/5), mengatakan, pameran di Jakarta dilaksanakan Sabtu (14/5) di Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Jakarta. Pameran serupa dilaksanakan di Bandung pada hari Minggu, bertempat di Aula Timur Institut Teknologi Bandung. Adapun di Yogyakarta pada hari Selasa (17/5/2011) di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada.

Pemerintah Jepang sedang gencar untuk meningkatkan jumlah siswa asing dengan target sampai 300.000 mahasiswa. Kemnetrian Pendidikan Kebudayaan Olahraga Ilmu Pengetahaun dan Teknologi Jepang meluncurkan "Global 30" yakni proyek pendirian untuiversitas inti untuk internasionalisasi.

Sebanyak 13 perguruan tinggi negeri dan swasta yang hadir di Indonesia pada tahun 2009, dipilih sebagai lembaga inti untuk menerima dan mendidik siswa asing. Universitas-universitas ini memainkan peran utama dalam meningkatkan secara dramatis jumlah siswa asing yang dididik di Jepang dan mahasiswa Jepang yang belajar ke luar negeri.

Banyak mata kuliah yang ditawarkan dalam bahasa inggris di 13 universitas terpilih, di bawah Proyek "Global 30". Seiko mengatakan, bidang teknik, teknologi ramah lingkungan, hingga manajemen bencana, termasuk bidang studi unggulan di Jepang.

Dalam pameran peluang baru studi di Jepang, perguruan tinggi yang hadir yakni Universitas Tohoku, Universitas Tsukuba, Universitas Tokyo, Universitas Nagoya, Universitas Kyoto, Universitas Osaka, Universitas Kyusu (semuanya perguruan tinggi milik pemerintah).
Sementara perguruan tinggi swasta yakni Universitas Keio, Universitas Sophia, Universitas Meiji, Universitas Waseda, Universitas Doshisha, dan Universitas Ritsumeikan.

Untuk mempelajari berbagai aspek tentang belajar di Jepang dapat dilihat di website jump (Japanese Universities for Motivated People atau Universitas di Jepang untuk Orang Termotivasi http://www.uni.international.mext.go.jp. Di sini juga diperkenalkan kuliah-kuliah berbahasa Inggris yang ditawarkan universitas terkemuka di jepang da memuat informasi dasar tentang studi di Jepang.

Sumber: Kompas.com

Menilai Mutu Pendidikan di Jepang

Ujian itu perlu atau tidak?
Pertanyaan ini selalu menjadi polemik di negara manapun antara memilih melaksanakannya atau tidak, atau me-nasionalkannya or me-lokalkannya.
Sistem ujian/ulangan sekolah2 di Jepang menarik untuk kita cermati. Pendidikan dasar (shougakkou) tidak mengenal ujian kenaikan kelas, tetapi siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di kelas satu secara otomatis akan naik ke kelas dua, demikian seterusnya. Ujian akhir pun tidak ada, karena SD dan SMP masih termasuk kelompok compulsoy education, sehingga siswa yang telah menyelesaikan studinya di tingkat SD dapat langsung mendaftar ke SMP.
Lalu bagaimana menilai mutu pendidikan ?
Tentu saja guru tetap melakukan ulangan sekali2 untuk mengecek daya tangkap siswa. Dan penilaian ulangan pun tidak dengan angka tetapi dengan huruf : A, B, C, kecuali untuk matematika. Dari kelas 4 hingga kelas 6 juga dilakukan test IQ untuk melihat kemampuan dasar siswa. Data ini dipakai bukan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan hasil test IQ-nya, tetapi untuk memberikan perhatian lebih kepada siswa dengan kemampuan di atas normal atau di bawah normal. Perlu diketahui, siswa2 di Jepang tidak dikelompokkan berdasarkan kepandaian, tetapi semua anak dianggap `bisa` mengikuti pelajaran, sehingga kelas berisi siswa dengan beragam kemampuan akademik.
Compulsory Education di Jepang dilaksanakan dengan prinsip memberikan akses penuh kepada semua anak untuk mengenyam pendidikan selama 9 tahun (SD dan SMP) dengan menggratiskan tuition fee, dan mewajibkan orang tua untuk menyekolahkan anak (ditetapkan dalam Fundamental Law of Education). Untuk memudahkan akses, maka di setiap distrik didirikan SD dan SMP walaupun daerah kampung dan siswanya minim (per kelas 10-11 siswa). Orang tua pun tidak boleh menyekolahkan anak ke distrik yang lain, jadi selama masa compulsory education, anak bersekolah di distrik masing2. Tentu saja mutu sekolah negeri di semua distrik sama, dalam arti fasilitas sekolah, bangunan sekolah, tenaga pengajar dengan persyaratan yang sama (guru harus memegang lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh Educational Board setiap prefecture). Oleh karena itu mutu siswa SD dan SMP di Jepang yang bersekolah di sekolah negeri dapat dikatakan `sama`, sebab Ministry of Education menkondisikan equality di semua sekolah. Saat ini tengah digalakkan program reformasi yang memberi kesempatan kepada sekolah untuk berkreasi mengembangkan proses pendidikannya, tetapi tetap saja dalam pantauan MOE.
Di tingkat SMP dan SMA, sama seperti di Indonesia, ada dua kali ulangan, mid test dan final test, tetapi tidak bersifat wajib atau pun nasional. Di beberapa prefecture yang melaksanakan ujian, final test dilaksanakan serentak selama tiga hari, dengan materi ujian yang dibuat oleh sekolah berdasarkan standar dari Educational Board di setiap prefektur. Penilaian kelulusan siswa SMP dan SMA tidak berdasarkan hasil final test, tapi akumulasi dari nilai test sehari2, ekstra kurikuler, mid test dan final test. Dengan sistem seperti ini, tentu saja hampir 100% siswa naik kelas atau dapat lulus.
Selanjutnya siswa lulusan SMP dapat memilih SMA yang diminatinya, tetapi kali ini mereka harus mengikuti ujian masuk SMA yang bersifat standar, artinya soal ujian dibuat oleh Educational Board di setiap prefektur. Di Aichi prefecture, SMA-SMA dikelompokkan dengan pengelompokan A, B. Pengelompokan tersebut dibuat dalam proses memilih SMA. Setiap siswa dapat memilih satu sekolah di kelompok A dan satu sekolah di kelompok B. Jika si siswa lulus dalam kelompok A, maka secara otomatis dia gugur dari kelompok B. Dalam memilih SMA, siswa berkonsultasi dengan guru, orang tua atau disediakan lembaga khusus di Educational Board yang bertugas melayani konsultasi dalam memilih sekolah. Ujian masuk pun hampir serentak di seluruh jepang dengan bidang studi yang sama yaitu, Bahasa Jepang, English, Math, Social Studies, dan Science. Di level ini siswa dapat memilih sekolah di distrik lain.
Seperti dipaparkan di atas, siswa SMA tidak mengikuti ujian kelulusan secara nasional, tetapi ada beberapa prefecture yang melaksanakan ujian. Penilaian kelulusan siswa berbeda di setiap prefecture. Mengingat angka Drop out siswa SMA meningkat di tahun 1990-an, maka beberapa sekolah tidak mengadakan ujian akhir, jadi kelulusan hanya berdasarkan hasil ujian harian.
Untuk masuk universitas, siswa lulusan SMA diharuskan mengikuti ujian masuk universitas yang berskala nasional. Ini yang dianggap `neraka` oleh sebagian besar siswa SMA. Sebagian dari mereka memilih untuk belajar di juku (les privat, seperti di Indonesia) untuk dapat lulus ujian masuk universitas. Ujian masuk PT dilakukan dua tahap. Pertama secara nasional- soal ujian disusun oleh Ministry of education, terdiri dari lima subject, sama seperti ujian masuk SMA-, selanjutnya siswa harus mengikuti ujian masuk yang dilakukan masing2 universitas, tepatnya ujian masuk di setiap fakultas. Skor kelulusan adalah akumulasi ujian masuk nasional dan ujian di setiap PT. Seperti halnya di Indonesia, skor hasil UMPTN tidak diumumkan, tetapi jawaban ujian diberitakan via koran, TV atau internet, sehingga siswa dapat mengira2 sendiri berapa total score yg didapat. Siswa yang memilih Universitas dg skor tinggi, tapi ternyata skornya tidak memdai, dapat mengacu ke pilihan universitas ke-2. Namun jika skornya tidak mencukupi, maka siswa tidak dapat masuk Universitas. Selanjutnya dia dapat mengikuti ujian masuk PT swasta atau menjalani masa ronin (menyiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk di tahun berikutnya) di prepatory school (yobikou)
Penilaian mutu pendidikan di Jepang, dengan kata lain dilakukan dengan menstandarkan ujian masuk SMA dan PT, tentu saja sistem ini bisa berjalan karena pemerintah di Jepang pun berusaha maksimal untuk menyamakan kondisi public education-nya, dalam arti menyediakan infra struktur yang sama untuk setiap jenjang pendidikan di daerah.
Saat ini gaung autonomy daerah makin kencang di Jepang, seberapa besar tarik ulur antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam sektor pendidikan menjadi salah satu pengamatan yang menarik bagi saya pribadi. Nuansa kebebasan untuk mengembangkan pendidikan berdasarkan potensi dan karakter daerah sangat kental terlihat ketika saya mengunjungi sekolah-sekolah di Jepang.

sumber : http://indosdm.com

SMK Meinan : Profile sekolah Jepang yang diincar 1200 perusahaan

lab-jepangBerbicara tentang Pendidikan Kejuruan di Jepang harus dimulai ceritanya sejak pasca PD II. Sebagaimana di Indonesia, pendidikan kejuruan saat masa perang tidak saja diberikan di tingkat sekolah menengah, tetapi sudah dimulai dari SD. Mata pelajaran sanggyou (bekerja di industri) adalah sebuah jalan untuk memberikan keterampilan yang memadai kepada siswa-siswa tentang praktek industri sebenarnya. Kegiatan ini kemudian mulai dihapuskan dan pendidikan kejuruan semuanya dilakukan di sekolah dengan melengkapi fasilitas sekolah terutama sekolah kejuruan dengan mesin-mesin dan alat-alat sebagaimana di industri.
Apabila kita perhatikan esensi pendidikan di Jepang adalah pendidikan yang mengarah kepada kehidupan nyata. Barangkali sedikit berbeda dengan Barat yang mengutamakan pengembangan keilmuan dan teori. Banyak ilmu di Jepang lahir dari praktek dan kesulitan yang dihadapi di lapangan. Kemampuan untuk menjaga tradisi/budaya kerja, ketinggian mutu sebuah produk, dan kedisiplinan dalam bekerja adalah prinsip yang ditanamkan tidak saja di sekolah umum tetapi di sekolah kejuruan sekalipun.
Seperti yang saya saksikan saat menemani para bapak kepsek berkunjung ke SMK Meinan. Siswa-siswa dididik dengan peralatan yang sudah berumur 40-50 tahun untuk mempelajari basic/ilmu dasar tentang elektrik, las, dan kerja robot. Tentu saja sekolah ini juga tidak lupa memperkenalkan siswa dengan mesin-mesin terbaru yang dipakai di industri saat ini.
Tetapi apalah artinya sebuah mesin modern, jika siswa tidak memahami ilmu dasarnya. Demikian kesan yang saya tangkap dari penjelasan beberapa guru yang merupakan pakar di bidangnya. Keahlian mereka tidak diragukan sebab untuk menjadi guru SMK di Jepang, selain sertifikat umum sebagaimana guru yang lainnya, mereka juga diharuskan mengantongi sertifikat keahlian yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang.
Karena sudah menguasai ilmu dasar dan prinsip penggunaan alat yang sebenarnya mirip dengan mesin dan alat di industri, maka lulusan SMK di Jepang tidak perlu ditraining secara khusus saat mulai bekerja di industri. Mereka hanya perlu mendapatkan pengarahan khusus tentang prinsip kerja perusahaan yang umum dilakukan di industri manapun di Jepang.
Di papan pengumuman SMK Meinan terdaftar sekitar 1200 lebih perusahaan yang menawarkan diri untuk menampung lulusannya. Sekitar 74% lulusannya langsung bekerja di industri sekitar SMK Meinan dan beberapa kota di Aichi. 24% lulusannya melanjutkan ke PT, dan 2 % sisanya menunggu masa bekerja atau usaha pribadi.
SMK Meinan membuka jurusan Permesinan, Listrik, IT,dan Kimia Industri. Keempat jurusan ini adalah bidang-bidang yang sangat dibutuhkan di Aichi yang merupakan provinsi dengan industri Toyotanya dan beberapa industri yang terkait dengannya.
Kami menyaksikan sebuah kursi roda yang sangat efektif dan mudah digunakan yang dibuat oleh seorang guru. Sayang saya tak membawa kamera, tetapi saya sempat mencoba kursi roda ini dan difoto oleh beberapa kepsek. Kursi roda ini telah dipasarkan dan merupakan benda berharga bagi orang tua yang semakin banyak jumlahnya di Jepang.
Siswa-siswa SMK Meinan juga berlomba menciptakan mobil balap baru yang dipertandingkan antar SMK se-Jepang. Kompetisi-kompetisi semacam ini berlangsung setiap tahun untuk menguji keahlian siswa SMK berdasarkan jurusannya. Misalnya SMK Meinan memenangkan perlombaan dalam bidang Kimia Industri, menganalisa kandungan air dan beberapa uji kimiawi lainnya.
Selain harus mendapatkan sertifikat lulusan SMK, siswa-siswa SMK Meinan juga harus mengikuti beberapa ujian untuk mendapatkan sertifikat keahlian, misalnya sertifikat tentang penggunaan bahan berbahaya, sertifikat tenga Quality Control, dll. Masing-masing ujian keahlian tersebut dilaksanakan dalam level yang berbeda-beda seperti halnya tes Bahasa Jepang misalnya, ada level 1, 2, 3, dan 4.
Kurikulum dibagi menjadi dua yaitu Mata Pelajaran Umum dan Mapel Kejuruan. Mata Pelajaran Umum misalnya untuk kelas 1 adalah sbb:
  1. Bahasa Jepang (2),
  2. Geografi (2),
  3. Matematika 1 (3),
  4. IPA terpadu (2)
  5. Olahraga (2),
  6. pendidikan jasmani (1),
  7. Kesenian (Art) (2)
  8. Bahasa Asing (Bhs Inggris) : Conversation (2)
  9. Keterampilan (2)
Menarik untuk dipikirkan pengembangannya di Indonesia adalah  SMK Meinan membuka beberapa course untuk masing-masing jurusan, yaitu misalnya di jurusan permesinan ada 3 course : Course untuk melanjutkan ke Peguruan Tinggi, Course untuk menekuni Keterampilan Mesin, dan Course Mechatronics (Mechanical and electronics Engineering). Dua course yang terakhir adalah course untuk mereka yang setelah lulus ingin langsung bekerja.
Siswa yang memilih course melanjutkan ke PT mendapatkan mata pelajaran untuk mengikuti ujian masuk PTN lebih banyak dibandingkan siswa-siswa yang memilih langsung bekerja. Karena pada kenyataannya ada 24% siswa yang meneruskan ke PT, maka SMK memang harus menyiapkan dan memenuhi keinginan siswa-siswa tersebut.
Pemilihan course tersebut dilakukan sejak kelas 2 awal. Di kelas 1 siswa-siswa diberi jam konsultasi khusus tentang minatnya ke depan.
Ada sebuah lagi pemandangan yang menarik yang mungkin belum diterapkan di SMK di Indonesia. Guru pembimbing untuk sebuah kegiatan praktikum biasanya 2 orang. Seorang guru menjadi guru utama yang menjelaskan teori sebelum praktek, dan seorang lagi sebagai asisten yang akan membantu siswa saat kegiatan praktek. Setelah kegiatan praktek, semua siswa harus membersihkan sendiri peralatan yang dipakainya, menaruhnya di kotak-kotak alat yang sudah ditentukan. Bersih tidaknya hasil kerja mereka merupakan persyaratan untuk dinyatakan telah menyempurnakan praktikum. Tetapi sekalipun seorang siswa telah membereskan pekerjaannya, dia tak dapat meninggalkan ruangan secara perorangan. Meninggalkan ruang praktek dilakukan secara bersama-sama, dan yang paling penting setelah siswa-siswa meninggalkan kelas, guru bertugas untuk mengecek kembali mesin-mesin dan alat-alat yang dipergunakan siswa apakah telah dikembalikan ke posisi semula.
Terakhir pada saat menjelang pulang semua siswa memegang alat kebersihan dan mulai mengepel lorong-lorong sekolah. Berkebalikan dengan di Indonesia yang petugas bersih-bersih kelas (piket kelas) bekerja pada sebelum jam pertama dimulai, di Jepang kegiatan bersih-bersih sekolah (bukan kelas saja) dilakukan oleh siswa dan guru pada akhir jam sekolah, sebelum pulang.

japan-calendarSMA Nakamura merupakan SMA dengan level menengah ke atas. SMA Nakamura berdiri pada tahun 1953 dan seperti halnya sekolah-sekolah yang lain di Jepang memiliki fasilitas sekolah yang lengkap. SMA Nakamura adalah SMA yang menganut sistem full time course dengan hari belajar dari Senin hingga Jumat, dan bertujuan untuk mengarahkan lulusannya melanjutkan ke PT. Ada 935 siswa yang sedang belajar di SMA Nakamura, terdiri dari 8 kelas untuk masing-masing tingkatan. Masing-masing kelas terdiri dari 40 orang siswa. Mereka diajar oleh 61 guru tetap dan 19 guru honorer.
Sebagaimana SMA lainnya di Jepang, jam pelajaran pertama dimulai pada pukul 8:45, dan jam pelajaran terakhir (jam ke-6) berakhir pada pkl 15.15. Terdapat 31 jam pelajaran selama 5 hari belajar, yaitu masing-masing 6 jam, dan perkecualian untuk hari Rabu
terdapat 7 jam pelajaran. Satu jam pelajaran lamanya 50 menit.
Mata pelajaran yang diajarkan adalah :
  • Bahasa Jepang,
  • Geografi/Sejarah,
  • Pendidikan Kewarganegaraan,
  • Matematika,
  • Pendidikan Jasmani dan OR,
  • Pendidikan Seni,
  • Bahasa Asing (Bhs Inggris),
  • Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Memasak), IT,
  • dan integrated course.
Ujian berlangsung sebanyak 5 kali pada bulan Mei, Juli, Oktober, Desember dan Februari. Tahun akademik dimulai pada bulan April, yang merupakan ketentuan yang sama di semua level pendidikan di Jepang. Semester ganjil dimulai pada bulan April dan diakhiri pada bulan Juli pertengahan. Pada bulan Januari biasanya para lulusan SMA harus mengikuti UMPTN untuk masuk PTN.
Kalender akademik sekolah pada dasarnya sama dengan sekolah-sekolah yang lain, yaitu dimulai dengan kegiatan pada sbb:
Semester 1
  • April : Penerimaan siswa baru, Perpisahan guru-guru yang dipindahkan ke sekolah lain, Tes Akademik (Ujian), Tes Kesehatan, dan Orientasi Karir bagi kelas 3.
  • Mei : Pemilihan pengurus Parent Teacher Association(PTA), Ujian mid semester, Orientasi Karir untuk kelas 2, Sports Day (Ball Game Tournaments).
  • Juni : Penggantian seragam dari musim dingin ke musim panas, praktek mengajar calon guru, Belajar dari alumni (kls 1), dan Ujian untuk kls 3
  • Juli : Ujian akhir semester, Pertemuan PTA, closing ceremony, Acara bersih sekolah akhir semester, Tambahan Pelajaran, Pertemuan PTA antar wilayah, Camping
  • Agustus : Pemilihan pengurus Asosiasi Alumni, Open Day, School Day, Camping, Persiapan untuk festival sekolah (pertengahan Juli hingga akhir Agustus adalah masa liburan musim panas)
Semester 2 :
  • September : Opening Ceremony, Tes Kemampuan Akademik (Ujian), Festival Sekolah
  • Oktober : Penggantian seragam dari musim panas ke musim dingin, trip sekolah dan acara bebas yang diputuskan sendiri oleh siswa (untuk anak kelas 1 dan kelas 3), Ujian mid semester, Kuliah dari Universitas untuk anak kelas 2
  • November : Masa Ulangan, Tes Kemampuan Akademik untuk kelas 3, Reading session untuk kelas 1
  • Desember : Masa ulangan, closing ceremony, Acara bersih-bersih akhir tahun, tambahan pelajaran
  • Pertengahan Desember hingga pertengahan Januari adalah masa liburan musim dingin.
  • Januari : Opening ceremony, Tes Kemampuan Akademik, Ujian Akhir untuk kls 3, Reading Session untuk kls 2.
  • Februari : Ujian masuk SMA untuk calon-calon yang terpilih, Ujian akhir untuk kls 1 dan 2, Persiapan Wisuda.
  • Maret : Wisuda, Ujian Masuk SMA untuk pendaftar biasa, Field Study untuk kls 1, Closing ceremony, Acara bersih akhir semester, dan Ujian susulan
  • Pertengahan Maret mulai berlangsung liburan musim semi di mana siswa dapat menikmati keindahan sakura.
Salah satu ciri khas SMA Nakamura adalah Reading Session yang diselenggarakan untuk kelas 1 dan 2. Pada kegiatan ini masing-masing kelas dianjurkan untuk memilih satu buku yang akan didiskusikan bersama di dalam kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang luas dan saling pengertian antarsiswa dalam mengeluarkan pendapat dan mengapresiasi pendapat orang lain.
SMA Nakamura telah menjalin program Sister School dengan Melbourne Girl School (Australia).  Juga mengikutkan siswanya dalam program Summer Camp di US. Beban biaya program pertukaran siswa ditanggung sepenuhnya oleh orang tua, dan ini merupakan program yang ditawarkan kepada siswa. Tampaknya berlaku sama di semua sekolah bahwa kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar adalah beban yang dilimpahkan kepada orang tua, dan secara otomatis hanya dapat diikuti oleh keluarga dengan ekonomi yang memadai.
SMA Nakamura juga mengundang mahasiswa asing yang sedang belajar di berbagai universitas di Nagoya untuk memberikan informasi tentang negaranya kepada siswa-siswa melalui program pertukaran budaya.
Dalam kaitannya dengan upaya mengenalkan siswa kepada kehidupan pasca SMA, diadakan program Nakamura Mirai Juku, yang melibatkan alumni SMA Nakamura untuk memberikan kuliah tentang bidangnya.
Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan tentang pendidikan di Jepang dapat juga diakses melalui: SMA Nakamura

Sistem evaluasi formal dan nonformal terhadap pengajar di Jepang

japanese_evaluation   Sistem Evaluasi adalah sistem yang menjadi mutlak dalam proses belajar mengajar. Guru mengevaluasi kemampuan siswa adalah hal yang sudah biasa, tetapi siswa yang menilai pengajaran guru barangkali masih langka di negara kita.
  Penilaian di lembaga pendidikan Jepang tidak berlangsung secara resmi, tetapi manajer biasanya menanyakan secara basa-basi kepada siswa dalam obrolan biasa tentang kelas yang diberikan oleh seorang pengajar. Dari situ biasanya manajer secara obrolan biasa juga menyampaikan kepada pengajar hasil penilaian siswa, misalnya : kelas anda menarik, atau karena banyak percakapan, murid-murid sangat senang. Tetapi kadang-kadang pula langsung memuji dan ujung-ujungnya biasanya mempercayakan setiap ada murid baru.
Di semua universitas di Jepang telah diberlakukan sistem evaluasi terhadap dosen yang dilakukan oleh mahasiswa. Sistem evaluasi ini sangat bermanfaat untuk memperbaiki pengajaran, tetapi kadang-kadang mahasiswa mengisinya dengan malas atau sangat dipengaruhi oleh senang tidaknya dia dengan pelajaran bersangkutan.
Ada 4 poin utama yang dinilai yaitu :
  1. Partisipasi/Kehadiran/Keaktifan siswa dalam kuliah bersangkutan (ada 3 poin yang ditanyakan)
  2. Tentang perkuliahan secara umum (ada 4 poin)
  3. Tentang pengelolaan kelas, misalnya ketepatan waktu, keseriusan guru menegur siswa yang terlambat atau melakukan kejahilan di kelas, dll (ada 7 poin)
  4. Penilaian secara umum (4 poin).
Dan ada kolom khusus untuk memberikan tanggapan bebas kepada dosen pengajar. Hasil evaluasi seperti ini sangat bermanfaat bagi para pengajar.
Tulisan asli dari artikel ini dan artikel menarik lainnya sekitar dunia pendidikan dapat juga langsung diakses melalui: Sistem Evaluasi Terhadap Pengajar

Jepang Bantu Rp319 Miliar Untuk Program "e-education" -

Sri Sultan HB X
Yogyakarta - Pemerintah Jepang melalui "Japan International Cooperation Agency" membantu dana sebesar Rp319 miliar untuk pelaksanaan program "e-education" di 500 sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami memberi dukungan dana untuk pelaksanaan proyek program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan di DIY," kata perwakilan dari "Japan International Cooperation Agency" (JICA) Ohara di SMP Negeri 1 Bantul, DIY, Sabtu.

Menurut dia pada peresmian program "e-education", dengan adanya fasilitas teknologi informasi dan komunikasi di sekolah, guru dan siswa dapat memanfaatkannya secara maksimal dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

"Guru juga dapat memanfaatkan sarana tersebut untuk mengembangkan materi ajar, sehingga proses belajar mengajar di sekolah dapat berlangsung lebih menarik," ujarnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, untuk mewujudkan keberhasilan program itu dibutuhkan peran pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam sinergi bersama membangun pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan adanya sinergi itu, menurut dia, DIY pada 2020 diharapkan dapat menjadi tempat pendidikan terkemuka di Indonesia bahkan dunia.

"Keberhasilan program itu dapat diimplementasikan di provinsi lain, sehingga apa yang menjadi cita-cita bersama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas dan tanggap terhadap teknologi informasi dan komunikasi dapat tercapai," paparnya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Aswin Sasongko menuturkan, peluncuran program tersebut dengan tema "Belajar Tanpa Batas" untuk mewujudkan kesempatan belajar bagi siswa SD dan SMP, tanpa terikat ruang dan waktu.

"Program itu didanai pemerintah Jepang melalui JICA dan merupakan kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemprov DIY melalui Disdikpora, dan akan diimplementasikan di 500 sekolah di DIY," ucapnya, menjelaskan.

Menurut dia, program itu meliputi perangkat teknologi informasi dan komunikasi, konten pembelajaran, dan pelatihan.

Implementasi program telah dimulai pada 2010 dengan membangun "internet data center" (IDC), jaringan komunikasi, pengadaan perangkat di 110 sekolah, pengembangan konten materi ajarpelatihan guru, dan pencairan dana "block grant".

"Tahap selanjutnya akan dilakukan implementasi untuk 240 sekolah pada 2011 dan 150 sekolah pada 2012. Mulai 2012 sistem pembelajaran itu akan direplika di provinsi lain," katanya

Sumber: ANTARA News

Horikoshi Gakuen, SMA Elit Artis Jepang

Horikoshi Gakuen adalah nama Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jepang untuk kalangan artis elit dan sangat mampu (sangat pintar dan kaya). Untuk masuk ke sekolah ini, kalian harus anak orang super kaya atau sangat pintar untuk bisa mendapatkan beasiswa penuh. Fasilitasnya sangat lengkap, mewah dan ekslusif, sesuai dengan biaya sekolahnya. Program studi tour-nya saja ke Eropa.
Mengapa banyak artis yang bersekolah di sini? Karena adanya kebijakan sekolah yang memperbolehkan muridnya untuk ijin atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan dunia entertainment. Peraturan tidak begitu ketat dan bisa menyesuaikan dengan jadwal si artis. Tapi sekolah ini tetap memprioritaskan nilai, selain ‘kelas artis’, banyak anak-anak pintar yang bersekolah di sini. Jadi, jangan kira banyak orang-orang bodoh, malas dan kaya yang bisa sekolah disini. Justru sebaliknya, para murid yang mau masuk harus melalui tes tingkat tinggi terlebih dahulu. Pilihannya adalah, super kaya atau super pintar?!
Daftar artis yang pernah (alumni) bersekolah di sini sangat banyak, beberapa di antaranya adalah:
  • Matsumoto Jun
  • Yamashita Tomohisa (Yamapi) dan adiknya Yamashita Rina
  • Ikuta Toma
  • Fukada Kyoko
  • Kato Ai
  • Inagaki Goro
  • Kusanagi Tsuyoshi
  • Domoto Tsuyoshi
  • Masami Nagasawa
  • Ueto Aya
  • Suzuki Anne
  • Tomoka Kurokawa
  • Miura Haruma
  • Ayukawa Taiyou
  • Kota Yabu
  • Yaotome Hikaru
  • Arioka Daiki
  • Perfume (Ketiga-tiganya)
  • Tegoshi Yuya
  • Shirota Yuu
  • Tanaka Koki
  • Koike Teppei
  • Hasegawa Jun
  • Ayana Sakai (Istrinya Tetsu Laruku)
  • dan masih banyak lagi.
Yang masih tercatat bersekolah di sini adalah
  • · Shida Mirai
  • Yamada Ryosuke
  • Chinen Yuri
  • Suzuka Ohgo
  • Shougo Sakamoto
  • Yuto Nakajima
  • Kamiki Ryunosuke
  • Ayano Hayashi
  • Jingi Irie
  • Saaya Irie
  • Kawashima Umika
  • Mizuzawa Nako
  • Tanaka Asami
  • Mariya Nishiuchi
  • dan masih banyak lagi.
Chinen Yuri, Arioka Daiki, & Yamada Ryosuke
Murid kelas reguler tidak bisa sekelas dengan para selebriti tersebut, kecuali kalian juga orang terkenal. Orang terkenal tersebut akan dikumpulkan ke kelas 1-D. Kalaupun kamu bisa masuk lewat tes yang super sulit, dijamin kamu akan susah menemui para artis itu.
Yang ini angkatan terbaru Horikoshi, mereka masih duduk di kelas 1 SMA, Mau masuk kelas 2,3. Personil Hey!Say! JUMP, Chinen Yuri, Arioka Daiki (lulus tahun ini), Yamada Ryosuke. Sebenarnya ada satu lagi member HSJ yang masih bersekolah di Horikoshi, Nakajima Yuto. 6 dari 10 member Hey!Say!JUMP sekolah di Horikoshi.
Peraturan Horikoshi Gakuen :
Sekolah ini diperuntukkan untuk selebriti, atlit dan anak orang sangat kaya. Kalau kamu seorang selebriti, kamu HANYA kan berada di bagian selebriti, kamu tidak bisa bercampur di bagian lain. Kamu hanya bisa bersosialisasi dengan yang berada di satu bagian.
  1. Tidak diperbolehkan mempunyai hubungan (pacaran) di sekolah. Murid laki-laki dan perempuan mempunyai rute ke sekolah yang berbeda. Bila diketahui guru mempunyai pacar dalam satu sekolah, maka akan diperintahkan untuk putus. Bila tidak, akan dikeluarkan. Di sekolah, laki-laki dan perempuan tidak bisa saling berbicara tanpa alasan yang kuat. Bila sering bersama, akan mendapat peringatan dari guru.
  2. Sekolah ini dipenuhi dengan CCTV. Guru adalah pelindung. Dan untuk melindungi para idol dan anak orang kaya di sekolah ini, maka dipasang banyak sekali CCTV.
  3. Dilarang memakai handphone, hanya pada waktu tertentu saja.
  4. Biaya sekolah untuk siswa di kelas TRAIT (artis) sangat mahal. Karena sekolah yang menyesuaikan dengan jadwal murid dan melindungi privasinya.
  5. Dilarang memakan snack (makanan kecil). Di sekolah dan saat perjalanan pulang dilarang membeli snack. Bila tertangkap, akan dikenakan denda atau ditahan.
  6. (Hanya berlaku di kelas TRAIT). Bila siswa ingin mewarnai rambutnya, mereka harus mengisi formulir, memberi kejelasan dari kapan dan sampai kapan rambutnya akan berwarna. Setelah tenggat waktu yang ditentukan sendiri, mereka harus mewarnai rambutnya hitam kembali.
  7. Aturan baru mulai 15 Januari 2010. Para artis akan diawasi oleh guru sebagai bodyguard, bahkan beberapa artis/idol juga membawa bodyguard sendiri. Siswa kelas reguler (kelas untuk murid2 yg menuju universitas) sekalipun tidak bisa berbicara dengan murid di kelas Olahraga atau Idol/Artis saat istirahat atau di luar sekolah. Bila ketahuan akan dikenakan denda, ditahan atau dikeluarkan.
  8. Artis/Idol akan akan tiba di sekolah dengan mobil, dan bodyguard menunggu di luar kelas. Artis ini akan ditemani bodyguard bahkan pada jam istirahat. Siswa dari kelas Olahraga dan Universitas (reguler) tidak bisa berbicara dengan artis karena bodyguard hanya mengijinkan berbicara dengan teman kelas dan orang yang bekerja dengan sang artis. Artis/Idol tidak boleh berbicara dengan orang yang bukan artis (tidak terkenal). Bila melanggar, akan dikeluarkan dari sekolah.

Sekolah ini mempunyai banyak artis dan atlit terkenal. Mereka harus menerapkan metode pengajaran yang khusus bagi siswa yang kesulitan mengikuti jadwal sekolah. Diharapkan siswa tersebut tidak meninggalkan sekolah, dan di saat bersamaan, karir mereka bisa berjalan. Karenanya sekolah ini sangat terkenal di kalangan artis Jepang.
Sekolah ini telah berdiri sejak 83 tahun lalu. Tujuan pengajarannya adalah menjadikan siswa-siswanya mempunyai peran penting di masyarakat, dan yang terpenting, mereka bisa survive. Sekolah ini bisa di bilang standar internasional dan jika mengadakan study tour, mereka ke luar negeri. Yah,sepadanlah semua fasilitas dengan pendidikannya.
Horikoshi Gakuen ini terbagi menjadi 4 Kelas :
1. University
Bagi (siswa kaya/pintar) yang ingin melanjutkan ke Universitas.
2. Sports
Kelas bagi siswa terkenal di bidang Olahraga (atlit).
3. Kelas bagi Artis/IdolDisebut TRAIT, bagi penyanyi, aktor, idol, dll.
Mempelajari hal-hal yang biasa dipelajari di sekolah biasa dan juga pengetahuan tentang pekerjaan mereka.
4. Kelas Beasiswa
Bagi para siswa yang mendapatkan beasiswa di sekolah ini.
Semangat Horikoshi :
1. Mempunyai tata krama/sikap yang baik dan pantas
2. Mengikuti peraturan
3. Apapun yang kamu lakukan, berusahalah yang terbaik
4. Mempunyai semangat tim (kerjasama)
5. Kerja keras dan latihan tanpa menyerah.
Biaya sekolah :
Biaya Ujian (Examination fee) = 30,000 Yen (sekitar 3 juta rupiah)
Biaya Masuk (Admission fee) = 450,000 Yen (sekitar 45 juta rupiah)
Biaya Sekolah tiap tahun (School Fee) = 546,000 Yen (54 juta rupiah)
Biaya Fasilitas tiap tahun (Facilities Fee) = 5,567,899 Yen (sekitar 500 juta rupiah). Biaya fasilitas ini dapat dicicil selama bersekolah dan harus lunas sebelum lulus.
Biaya tahunan = 996,000 Yen (sekitar 99 juta rupiah)
Biaya tahun pertama = 1,296,000 Yen (sekitar 129 juta rupiah)

Ini beberapa foto artis yang sekolah di Horikoshi Gakuen

Koike Tepei, Yamapi
Koike Teppei, Yamashita Tomohisa

Foto Study Tour Horikoshi Angkatan 2009,di antara mereka ada Yaotome Hikaru nya Hey!Say! JUMP dan cowo yang paling tinggi itu Ayukawa Taiyou, dia sempat ada di dunia Entertainment sampai usia 17 tapi kemudian mengundurkan diri dan dia juga ketua murid di Horikoshi

Angkatan terbaru Horikoshi, mereka masih duduk di kelas 1 SMA personil Hey!Say! JUMP Chinen Yuri, Arioka Daiki, Yamada Ryosuke.
Horikoshi Gakuen 1-D
Credit + Source = Google, Kaskus, Sakistory, Crunchyroll,  Horikoshi Gakuen, Shibuyaonprambrambos

10 hal tentang pendidikan di Jepang

Kita tahu bahwa Pendidikan di Jepang sangatlah berkualitas. Ini terbukti dari pendidikan penduduknya yang mayoritas berhasil. Mereka tumbuh menjadi insan-insan profesional dan teruji hingga membawa dampak pada perkembangan kemajuan negaranya di segala bidang.
Kali ini marilah sedikit kita mengetahui bagaimanakah negara ini mengatur sistem sekolah bagi warganya.
  1. Ajaran Baru di Jepang di mulai pada bulan April dan berakhir pada Maret tahun berikutnya. ini berlaku pada setiap tingkatan (SD-Perguruan Tinggi)
  2. Jepang menggunakan sistem CAWU. Dalam setahun ada 3 CAWU. Beda dengan di Indonesia yang menggunakan sistem semester. Agustus-September libur musim panas selama 40 hari.
  3. Bulan September masuk 5 kali dalam seminggu.
  4. Usia 6 tahun adalah usia wajib belajar bagi anak-anak Jepang. Bagi Orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya ke SD-SMP akan di hukum oleh pemerintah.
  5. Jepang tidak mengenal sistem “tidak naik kelas“. Semua siswa akan naik ke tingkat selanjutnya secara otomatis. Sehingga di setiap tingkat tetap terisi oleh anak-anak yang seusia.
  6. Jepang tidak mengijinkan adanya kelas khusus / kelas unggulan atau akselerasi bagi mereka-mereka yang pintar-pintar dalam satu kelas khusus. Jepang hanya mengijinkan anak-anak yang pintar dalam Ilmu Sains dan Teknologi saja yang bisa masuk Perguruan Tinggi lebih cepat.
  7. Kurikulum di Jepang akan diperbarui dalam tempo 10 tahun sekali mengikuti perkembangan teknologi yang ada.
  8. Evaluasi tidak hanya dari guru kepada siswanya, tapi juga siswa mengevaluasi gurunya demi manfaat pengajaran yang lebih baik.
  9. Jepang tidak mengenal standar nasional atau Internasional untuk pendidikannya. Jepang tidak menyediakan sekolah khusus bagi anak-anak yang pintar . mereka memandang bahwa sekolah adalah hak semua siswa di Jepang. di Indonesia misalnya ada SBI (sekolah berstandar Internasional) atau sekolah unggulan.
  10. Akan banyak simpati dari warga Jepang kepada Bos atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak yang memiliki keterlambatan berfikir, kecacatan dan juga keterbelakangan.
Bagaimana dengan di Indonesia?, Apakah tidak ada keinginan kita mengadopsi keberhasilan negara lain dalam menyiapkan warganya menjadi warga yang terampil dan cakap serta bersaing secara International seperti Jepang?. Siap atau tidak siap bukanlah halangan, yang penting ada awal untuk memulainya.

Info Tentang Pendidikan di Jepang

Sistem pendidikan di Jepang hampir sama dengan di Indonesia, setelah pra-sekolah, sekolah dasar 6 tahun, sekolah menengah pertama 3 tahun dan sekolah menengah atas 3 tahun. Setelah menengah atas, siswa dapat melanjutkan ke universitas selama 4 tahun ataupun Diploma atau pun Akademi selama 2 – 3 tahun. Di Jepang terdapat 5 jenis pendidikan tinggi yang dapat dimasuki oleh mahasiswa asing.
  1. Program Sarjana (Daigakugakubu) Mahasiswa program reguler (Seikisei) : lama studi 4 tahun kecuali FKU, FKG, dan FKH 6 tahun. Beasiswa yang tersedia untuk masuk jenis pendidikan tinggi ini dapat dilihat di sini. Mahasiswa pendengar (Choukousei) : siswa yang mengikuti perkuliahan dengan syarat dan pengambilan jumlah kredit yang berbeda di setiap universitas tetapi kredit tersebut tidak diakui. Mahasiswa pengumpul kredit (Kamokutourishuusei) : hampir sama dengan mahasiswa pendengar tetapi kredit dari mata kuliah yang telah diambil diakui.
  2. Program Pasca Sarjana (Daigakuin)
    Terdiri dari program doktor dan master serta program reguler di samping program mahasiswa peneliti, mahasiswa pendengar, dan mahasiswa pengumpul kredit di beberapa universitas tertentu. Program Master (Shuushikatei) : lama studi 2 tahun. Program Doktor (Hakasekatei) : lama studi 5 tahun terbagi dalam periode awal (2 tahun untuk program master yang disebut di atas) dan periode akhir (3 tahun). Untuk FKU, FKG, dan FKH lamanya adalah 4 tahun (program lanjutan setelah 6 tahun studi kedokteran). Ada juga program doktor yang dimulai dari periode akhir yang hanya 3 tahun. Mahasiswa Peneliti (Kenkyuusei) : berbeda dengan program pasca sarjana reguler, mahasiswa diizinkan untuk melakukan penelitian dalam bidang tertentu selama satu semester atau satu tahun tanpa tujuan untuk mendapatkan gelar.
  3. Diploma (Tankidaigaku)
    Lama pendidikan umumnya 2 tahun tetapi beberapa jurusan, misalnya keperawatan, memerlukan waktu 3 tahun. Sekitar 60% dari program ini diperuntukkan bagi perempuan dan lebih dari 50% mengajarkan bidang-bidang seperti kesejahteraan keluarga, sastra, bahasa, dan kependidikan.
  4. Akademi (Senshuugakkou)
    Akademi yang memiliki sekolah kejuruan khusus, biasa disebut “Special Training Academy”, merupakan lembaga pendidikan tinggi yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari dengan masa pendidikan antara 1 ~ 3 tahun tetapi umumnya 2 tahun. Beasiswa yang tersedia untuk masuk jenis sekolah ini adalah Beasiswa Monbusho D2. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di sini.
  5. Sekolah Kejuruan (Koutousenmongakkou)
    Penyelenggaraan pendidikan secara konsisten khusus bagi para lulusan SMP dengan masa pendidikan 5 tahun (5,5 tahun untuk bidang pelayaran niaga) untuk membina keahlian yang diperlukan dalam dunai kerja. Umumnya mengajarkan bidang-bidang teknik dan mata kuliah lain di samping ada juga sekolah kejuruan pelayaran niaga. Lama pendidikan ini sebenarnya 5 tahun tapi karena mahasiswa asing telah menyelesaikan 12 tahun pendidikan di negaranya sendiri maka dapat langsung masuk ke tingkat 3. Beasiswa yang tersedia dari Indonesia untuk masuk sekolah ini adalah Beasiswa Monbusho D3. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat di sini. Untuk melihat sekolah-sekolah kejuruan (koutousenmongakkou) ini, klik di sini .
Sumber:http://pmij.org

Spammer Manfaatkan Tsunami Jepang

Satu minggu lalu, tepatnya Jumat (11/3/2011) gempa bumi 8,9 SR beserta tsunami melanda negara Jepang. Kejadian tersebut didaulat sebagai salah satu yang terburuk sepanjang sejarah negara tersebut.
Akibat bencana tersebut, paling tidak 50 negara telah menerima peringatan tsunami yang terkait dengan bencana tersebut. Ironisnya, peristiwa bencana tersebut justru digunakan oleh penjahat cyber untuk melakukan aksinya.
Spammer dapat berpura-pura mewakili lembaga amal atau organisasi pemerintah. Untuk kasus ini, perusahaan antivirus Symantec telah mencatat adanya beberapa scam email, misalnya yang ditandai ‘URGENT’. Email phishing tersebut selanjutnya menganjurkan si korban untuk menyumbang bantuan rehabilitasi akibat bencana tsunami di Jepang.
Selain spam, para peneliti Symantec juga mengamati adanya lebih dari 50 domain dengan nama “Japan tsunami” atau “Japan earthquake”. Domain inilah yang diduga Symantec digunakan oleh para spammer untuk serangan phishing atau spam.
Sebelumnya, ketika bencana gempa terjadi, Symantec juga telah mengamati adanya kenaikan serangan jahat secara tiba-tiba dalam bentuk sisipan cabul dan file.zip yang tersimpan dalam spam. Serangan tersebut selanjutnya dikirim oleh penyerang jenis predator dan “link-jacking” dalam jejaring sosial.
Berikut ini beberapa tips dari Symantec untuk menghindari spam:
Dalam email:
  • Jangan membuka email yang berasal dari orang yang tidak dikenal. Berhati-hatilah ketika membuka pesan yang di-forward terkait gempa bumi dan tsunami Jepang, dan tragedi atau kejadian lain yang menjadi bahan liputan berita internasional, baik resmi maupun tidak resmi.
Jejaring sosial:
  • Jangan mengklik link video dari sumber yang tidak dikenal. Jika situs-situs video sharing memerlukan registrasi atau data pribadi, berhati-hatilah dan cek URL tersebut dan jangan memasukan informasi pribadi untuk dapat melihat video tersebut.
Ketika menyumbang ke lembaga amal secara online, harap diingat:
  • Hindari mengeklik lIink yang mencurigakan dalam email atau pesan IM karena ini mungkin link yang mengarahkan ke situs Web yang dipelesetkan. Lebih baik jika mengetik alamat Web langsung pada browser.
  • Jangan pernah mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi finansial pribadi atau password. Jika ragu-ragu, hubungi organisasi yang dipertanyakan tersebut melalui telepon atau alamat Internet dikenal yang diketikkan langsung di jendela browser (jangan mengklik atau melakuan ‘cut and paste’ dari link dalam pesan).

Nintendo Kirim 1,5 Juta 3DS di Jepang

Nitendo 3DS

Tokyo - Nintendo Co berencana mengirimkan kira-kira 1,5 juta unit perangkat games genggam 3DS di Jepang dalam bulan pertamanya setelah diluncurkan pada 26 Februari.

"Penting bahwa kami memastikan pasokan yang berkelanjutan," kata Presiden Nintendo Satoru Iwata dalam wawancara dengan harian bisnis Nikkei yang terbit Senin (10/1), seperti dikutip Reuters.

Perusahaan itu bekerja dalam mencegah kekurangan produk yang terjadi lebih awal saat versi DS pertama kali diluncurkan.

Menurut Nikkei, Game 3D itu dijadwalkan akan dijual di Amerika Serikat dan Eropa bulan Maret. Nintendo menargetkan akan menjual 4 juta unit di seluruh dunia akhir bulan itu.

Kinect keluaran Microsoft Corp dan Move keluaran Sony Corp telah ditingkatkan melampaui teknologi game-gerak Wii dari Nintendo. Apple Inc dan Android dari Google Inc teriris di pangsa pasar game konsol genggam Nintendo.

Nikkei mengatakan Nintendo kemungkinan merilis game 3D dalam menembus pasar Asia dan di mana pun ekonomi berkembang cepat.

Menekan Biaya Komunikasi Jarak Jauh dengan ‘IP Phone’

   Berbeda dengan negara kita, biaya komunikasi di Jepang saat ini dari tahun ke tahun semakin rendah. Kalau pada era tahun 90-an, biaya telepon lokal per 3 menitnya adalah 10 yen, maka saat ini untuk biaya interlokal hanya 7.5 yen per 3 menit. Biaya telepon internasional pun demkian. Sampai tahun 2001 untuk telpon ke Indonesia dari Jepang selama kurang lebih 7 menit biayanya sekitar 1000 yen. Namun kini dengan 1000 yen kita dapat melakukan percakapan Jepang – Indonesia selama 120 menit. 
   Banyak faktor yang menyebabkan biaya komunikasi di Jepang kian hari kian murah. Khususnya peran pemerintah sendiri yang memerintahkan kepada perusahaan raksasa telekomunikasi yang dimilikinya NTT agar tidak memonopoli cooper line yang dimilikinya. Perintah ini dikeluarkan setelah Jepang mengalami kemacetan dalam pengembangan teknologi broadband ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) sampai tahun 2001. Teknologi broadband Jepang saat itu tertinggal jauh oleh Negara tetangganya, Korea Selatan. Pada tahun 2001 jumlah pemakai ADSL di negeri gingseng itu telah mencapai 1.5 juta user. Sementara di Jepang hanya 8000 user saja. Hal ini disebabkan karena NTT tidak memberikan kesempatan kepada provider-provider pengada ADSL untuk menggunakancooper line-nya untuk mempertahankan bisnis sambungan internet dengan ISDN saat itu. Dengan dibukanya fasilitas cooper line NTT ini, bagaikan jamur tumbuh bermunculan ISP-ISP yang memberikan layanan sambungan internet broadband ADSL dengan harga yang sangat murah dengan kecepatan minimal 1.5Mbps (saat ini sambungan ADSL sudah mencapai kecepatan maksimal, yaitu 50Mbps).
   Pesatnya perkembangan teknologi ADSL ini menjadikan efek perkembangan IT di Jepang begitu sangat cepat. Berbagai macam layanan-layanan berbasis jaringan broadband ADSL ini bermunculan. Khususnya layanan VoIP (Voice over IP) yang akhirnya melahirkan teknologi IP phone suatu layanan komunikasi berbasis internet protocol. Sama halnya dengan perkembangan ADSL sebelumnya, perkembangan IP phone ini pun tidak selancar yang diharapkan. Karena mendapat tantangan dari NTT. Jelas dengan diberlakukan layanan komunikasi berbasis IP ini akan menekan bisnis NTT selama ini. Akhirnya pada sekitar bulan Maret 2003 IP phone menjadi layanan komunikasi suara resmi di Jepang dengan memberikan nomor khusus pada nomor IP phonepelanggan dengan prefix 050. Adalah raksasa broadband Yahoo Broad Band (Yahoo BB) dan Fusion yang pertama kali menerapkan IP phone di Jepang pada tahun 2002. Dengan menggunakan layanan Yahoo BB ini, biaya komunikasi lokal maupun interlokal menjadi flate rate 7.5 yen/3 menit.
Berbeda dengan komunikasi suara selama ini yang menggunakan copper line (saluran telepon pada umumnya), IP Phone menggunakan jaringan internet sebagai media untuk komunikasi. Komunikasi suara dari satu lokasi dengan lokasi yang lainnya yang menggunakan cooper linememelukan negosiasi antar operator asal, operator penghubung dan berakhir di operator tujuan. Semakin jauh jarak komunikasi yang dilakukan, maka semakin banyak operator-operator yang berhubungan satu sama lainnya. Ini yang menyebabkan biaya komunikasi menjadi mahal. Bila operator yang digunakan sedikit (komunikasi lokal) maka biayanya murah. Sebaliknya, bila operator-operator yang digunakan banyak (komunikasi interlokal dan internasional) maka biayanya akan semakin tinggi. Di satu sisi yang lain, komunikasi suara dengan IP phonesama sekali tidak tergantung oleh operator-operator tadi. Karena media yang digunakan adalah jaringan internet. Selama kita tersambung dengan internet maka kita dapat dengan mudah berkomunikasi tanpa harus khawatir terbebani biaya komunikasi yang kita lakukan.
   Dalam IP Phone terdapat dua istilah komunikasi, yaitu Internet Phone danIP Phone itu sendiri. Bila data yang berupa suara dalam bentuk paket dikirim melalui jaringan internet umum maka disebut Internet Phone. Bila paket suara tadi dikirim melalui jaringan internet khusus milik ISP (penyedia jasa internet,red.), maka inilah yang disebut IP Phone yang sesungguhnya. 
   Hal yang harus diperhatikan oleh ISP-ISP pengada IP Phone adalah masalah kualitas suara. Karena baik Internet phone maupun IP Phonesama-sama menggunakan jaringan internet, maka keduanya sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas (traffic) internet saat itu. Bila trafficinternet pada saat itu sedang kosong, maka suara yang kita terima akan bagus. Namun sebaliknya, kualitas suara akan terputus-putus, ada delaydan sebagainya. Kualitas suara untuk IP Phone yang dizinkan oleh ITU (International Telecommunication Union) harus memiliki nilai MOS (Mean Opinion Score) minimal 4.0 dan waktu tunda (delay time) tidak lebih dari 100 ms.

Sumber: Berita Iptek 
Topik: IT

Listrik Tenaga Matahari di Sekolah

Jepang -  4-Feb-2011
  Ada tren penggunaan energi yang bersih di bangunan umum dan industri di Jepang. Caranya, dengan membuat fasilitas pembangkit listrik bertenaga matahari (solar panel). Fasilitas listrik dengan tenaga matahari juga dibangun di 1.200 sekolah umum di Jepang.
   Menurut laporan News on Japan, Rabu (3/2), pemasangan listrik tenaga matahari di sekolah bagian dari program School New Deal. Program itu digelar sejak tahun 2009 oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains, dan Teknologi. Harapannya, listrik tenaga matahari akan terpasang di 12.000 SD, SMP, dan SMA di Jepang. Tujuannya, untuk memperkaya dan memperbaiki fasilitas pendidikan nasional di Jepang. Serta, sebagai pendekatan yang tepat tentang pendidikan lingkungan di Abad ke-21.
   Tujuan khusus lainnya adalah menyesuaikan standar bangunan dengan kondisi Jepang yang rawan gempa. Pengunaan listrik tenaga matahari juga menjadi konsep dalam memperbaiki pengaruh lingkungan. Juga, memperkaya informasi dan teknologi komunikasi di Jepang.

Sumber: News on Japan

YouTube Bantu Komunikasi Korban Gempa Jepang

ScreenshotCALIFORNIA - YouTube meluncurkan saluran khusus bernama Missing Person Finder untuk membantu korban gempa di Jepang.

Dalam respon untuk membantu korban gempa di Jepang, YouTube meluncurkan fitur saluran Missing Person Finder dengan pesan video dari beragam tempat perlindungan dan korban gempa. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable, Minggu (20/3/2011).

Saluran tersebut adalah upaya terkini dari YouTube yang didedikasikan untuk membantu korban dan menghubungkan kembali mereka dengan keluarganya.

Sebelumnya, beberapa jam setelah gempa dan tsunami terjadi, Google menciptakan sebuah halaman khusus untuk merespon krisis yang sedang terjadi, menawarkan kepada pengguna sebuah cara untuk mendapatkan informasi terkini mengenai gempa. Google Jepang juga telah 'melokalkan' halaman khusus tersebut.

Saluran di YouTube cukup ampuh, karena menawarkan ekspos visual untuk masyarakat untuk mendapatkan pesan mereka. Untuk teman dan keluarga di bagian lain dunia, saluran di YouTube juga merupakan salah satu cara untuk menemukan kabar dari kerabat.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys