YOKOSO

Irasshaimase Minna-san...
Welcome to my Blog

Kamis, 07 Juli 2011

Mendiknas Jepang Larang Ponsel Saat Ujian

Ujian Masuk Universitas di Jepang

Image: corbis.com
Image: corbis.comTOKYO - Menteri Pendidikan Jepang Yoshiaki Takaki angkat bicara terkait skandal indikasi kecurangan pada ujian masuk empat universitas di Jepang. Para peserta ujian dicurigai menggunakan telepon seluler (ponsel) untuk mengirimkan soal ujian mereka dan menerima jawabannya melalui sebuah situs internet. 

Takaki mengatakan, perlu dibuat larangan adanya ponsel dan perangkat komunikasi lainnya di lokasi ujian. Korea Selatan memberlakukan larangan tersebut setelah skandal kecurangan pada 2004 yang juga melibatkan  ponsel. Pemerintah Korea Selatan bahkan mengharuskan para peserta ujian untuk melewati detektor logam ketika akan memasuki ruang ujian.

Takaki mengatakan, tindakan harus diambil segera untuk memastikan kewajaran ujian yang diberikan setiap tahun di akhir musim dingin dan awal musim semi tersebut. "Ini tak bisa dimaafkan," kata Takaki seperti disitat dari situs New York Times, Rabu (2/3/2011).

Salah satu dari empat perguruan tinggi tadi, Waseda University di Tokyo, mengatakan, akan membandingkan jawaban yang dipublikasikan di situs dengan hasil ujian masuk dari 9.935 pelamar, untuk melihat apakah ada kecocokan. "Kejujuran dan keadilan dalam ujian kita merupakan dasar institusi kami," kata juru bicara Waseda Zenta Uchida.

Ujian selama satu hingga dua hari ini biasanya digelar dalam ruang besar berisi ratusan peserta. Pihak Waseda juga akan bertanya kepada para guru dan 462 alumni yang memantau ujian, jika mereka melihat kecurigaan apa pun.

Keempat sekolah, yang juga termasuk Doshisha University di Kyoto dan Rikkyo University di Tokyo, telah meminta bantuan polisi, serta berjanji untuk mengambil langkah-langkah mencegah kecurangan menggunakan ponsel di masa depan.

Mengingat bahwa mencontek bukanlah tindakan kriminal, pihak kepolisian akan menyelidiki apakah para pencontek melanggar undang-undang yang menghalangi operasi lembaga seperti sekolah.

5 Ponsel Jepang Paling Luar Biasa

Ponsel di Jepang memiliki perbedaan yang sangat jauh dibandingkan handset di mana pun di dunia. Teknologi handset Jepang berkembang sangat jauh, bahkan sudah terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, membayar minuman di sebuah toko setempat dapat dilakukan hanya dengan menggunakan ponsel berkat sistem terintegrasi Felica berupa dompet elektronik.
Pengguna ponsel dapat naik kereta di Tokyo sambil mengetahui berbagai halangan yang ada. Selain itu juga bisa menonton siaran televisi di handset berlayar definisi tinggi.
Pertukaran data teman menggunakan transfer kartu bisnis infra merah serta berbelanja dapat dilakukan hanya dengan memindai kode garis yang ada di iklan di dalam kereta belanja.
Berikut ponsel Jepang canggih yang tidak akan tersedia di mana pun kecuali di negeri matahari terbit tersebut.
  
1. Ponsel Hitachi berkamera visi tinggi WOOO 
Handset yang bukan paling cantik. Tapi handset yang memasukkan kamera tangan dalam sebuah ponsel dan didukung teknologi teknologi terbaru membuatnya spesial. WOOO menawarkan kemampuan kamera yang sangat berlebihan dengan rekaman 720p/30 gambar per detik dalam skala film definisi tinggi. Sebagaimana ponsel Jepang lainnya, WOOO menampilkan kemampuan layar dalam bentuk transformasi ponsel menjadi televisi layar lebar (dengan menekan ke dalam atau keluar), dalam balutan warna pink yang bersinar.
2. Sharp Tenaga Matahari
Bagi warga Jepang ponsel layaknya dompet dan tidak ingin jika baterai habis. Ponsel Sharp berusaha melawan sindrom baterai standar dengan membuat ponsel bertenaga surya.
Ponsel Tenaga Surya Sharp itu memiliki panel surya besar di depan yang akan terisi tenaga ketika dikeluarkan dari kantong pengguna.
Ponsel itu juga tahan air, maka tak perlu khawatiran akan tenggelam dalam air. Sebuah tampilan di depan menunjukkan intensitas matahari dan seberapa besar mampu memberikan tenaga kepada ponsel itu.
Namun jangan berpikir bisa bertelpon ria sesuka hati, karena setengah jam pancaran sinar matahari hanya setara dengan dua menit waktu bicara.
3. Docom T-01A atau Toshiba TG01
Handset ini merupakan versi super besar iPhone tetapi dijalankan dengan menggunakan Windows Mobile 6.1. T-01A yang dibuat oleh Toshiba memiliki tampilan 4,1 inci dan chipset Snapdragon 1GHz Qualcomm. Toshiba akhirnya membuat ponsel antar muka yang menyelesaikan kemuraman Windows Mobile.
Handset tersebut sebenarnya sangat tipis dan ringan, berkemampuan cepat dan mampu disandingkan dengan sebuah laptop secara fungsional. Meskipun memiliki kesamaan dengan iPhone, tetapi Docomo T-01A memiliki seluruh kelebihan sebuah handset Jepang. T-01A juga dengan mudah menggetarkan pemiliki toko Apple di Tokyo.
4. Emobile S22HT
Emobile adalah BlackBerry versi Jepang dengan mayoritas target pengguna kalangan pebisnis dan pengguna Windows Mobile.
Daripada menggunakan ponsel modern yang biasa ada di dalam kantong banyak orang, S22HT sangat kecil dan mendukung sebuah keyboard pop out. Dengan berat hanya 140 gram, tetapi memiliki prosesor 528MHz layaknya personal komputer terkecil yang pernah ada.
Satu hal penting yang patut menjadi catatan adalah desain ponsel ini yang terlihat layaknya dua ponsel yang digabungkan menjadi satu dengan latar belakang warna putih dan hitam di depan yang sangat kontras.
5. Layar Sentuh Sharp Aquos 933SH
Sharp adalah hal besar di Jepang. Termasuk ponselnya juga merupakan aksesoris penting bagi pemuda Jepang. Banyak handset Sharp sangat kaya dengan layar kontras dan kamera resolusi tinggi.
Sharp 933SH fungsinya lebih ke arah digital SLR daripada sebuah ponsel. Ponsel bisa berputar penuh dengan tampilan layar sentuh, dan kamera DDC 10 megapixel dengan auto fokus.
Mungkin yang paling mengejutkan adalah tentang kamera yang dapat menembak hingga sensitivitas 12800 ISO yang sepada dengan rangkaian produk kamera Nikon dan Canon. Jika belum cukup, ada memori internal 16GB dan flash LED.

Mengenal Handphone di Jepang

Saat ini handphone (selanjutnya disingkat Hp) bukan lagi dianggap sebagai barang mewah namun merupakan barang kebutuhan yang dianggap wajib untuk dimiliki terlepas apakah tujuannya adalah sepenuhnya berfungsi sebagai alat komunikasi atau sekedar sebagai gaya hidup semata.

Jujur saya tidak tahu banyak tentang Hp, jadi mungkin ini adalah satu satunya tulisan saya yang paling jelek dari yang terjelek karena ditulis hampir tanpa pengetahuan dan pemahaman yang cukup. Tambahan lagi saya adalah orang yang gagap teknologi alias gaptek. Hp yang saya miliki tidak lebih dari untuk telphone semata. Fasilitas lain seperti kamera, musik atau
internet hampir tidak pernah saya gunakan. Bahkan parahnya, di tangan saya benda kecil ini lebih sering off dibandingkan on, apalagi ketika hari libur.

Bersama ini saya tertarik untuk menulis topik tentang Hp bukan untuk bercerita atau adu argument tentang pentingnya memiliki sebuah Hp namun ingin bercerita tentang berbagai hal menarik dari system per HP an di negara Jepang yang sepertinya sedikit berbeda dengan system yang ada di Indonesia. Apa saja perbedaan itu silakan di baca selengkapnya di bawah ini



Tidak mengenal
voucher isi ulang

Hp di Jepang prinsipnya adalah pasca bayar, jadi tidak ubahnya dengan telphone rumahan. Semua Hp yang dibeli di Jepang umumnya sudah termasuk nomor telphone sekaligus, selanjutnya tinggal pembayaran bulanannya saja. Jadi mungkin mirip Flexi kalau di Indonesia. Dengan sistem ini, tentu saja toko penjualan pulsa dan sejenisnya praktis tidak ada. Penjelasan mudahnya, Hp di Jepang tidak mengenal sistem gonta ganti sim card. Jadi tempat slot sim card pada bagian belakangnya "nyaris tidak ada" atau namun dalam posisi yang tersebunyi yang dijamin tidak bisa dilepas dan dipasang dengan mudah.


Jadi selain tidak ada toko tempat jual beli sim card, pencurian Hp, jual beli Hp bekas dan sejenisnya menjadi tidak umum dilakukan. Hp yang sudah di blok nomornya oleh pemilik aslinya, maka otomatis Hp tersebut tidak akan biasa dimanfaatkan oleh orang lain. Dulu kalau tidak salah, beberapa provider di Jepang juga pernah menerapkan fasilitas Hp isi ulang (pra bayar) seperti di Indonesia namun kurang begitu populer dan sekarang sudah tidak ditemukan lagi.



Membeli Hp berarti memilih provider


Membeli Hp identik dengan membeli provider bukan membeli merek hp seperti yang umumnya kita kenal. Jadi percakapan standard antar orang Jepang tentang Hp bukanlah merk Hp-nya atau apa kartu vouchernya namun apa nama providernya. Provider adalah perusahaan pengelola jaringan Hp. Ada 3 perusahaan provider Hp yang umum digunakan yaitu Softbank, AU KDDI, dan NTT Docomo. Jadi pertanyaan seperti "Hpnya pakai apa ?" Jawabanya adalah salah satu dari ketiga provider tersebut.


Merek adalah bagian terakhir. Merek yang umum tersedia adalah Sharp, Panasonic,
Toshiba, NEC, Samsung, Nokia, Casio dan Kyocera. Beberapa merk Hp seperti Sony Ericsson, Nokia, Siermen, Motorolla dan bahkan BlueBerry kurang begitu populer atau bahkan nyaris tidak beredar di negara tersebut.


Diikat kontrak jual beli


Dalam sistem Hp di Indonesia, memiliki sebuah Hp sangatlah mudah dan bebas. Asal punya uang, siapapun bisa membelinya, termasuk juga bebas untuk dijual atau dipindah tangankan. Sedangkan di Jepang berlaku aturan yang sedikit berbeda atau bahkan bisa dikatakan sebaliknya. Karena mereka menganut sistem pasca bayar maka seperti layaknya telphone rumahan, maka kita harus mengisi berbagai macam formulir, mengisi
biodata, rekening bank dan terakhir kita diharuskan untuk menanda tangani kontrak selama waktu tertentu yang biasanya dua tahun.

Kalau seandainya pihak pengguna berhenti berlangganan sebelum masa kontrak habis maka pengguna diharuskan membayar sejumlah denda dalam jumlah tertentu. Kasus lain, kalau kita menjual atau memberikannya pada orang lain maka tagihan akan tetap dibebankan ke rekening bank kita. Duh, susah juga ya membeli Hp di Jepang.


Sekilas terlihat ruwet dan mahal, namun system ini juga memiliki sejumlah keuntungan salah salah satunya adalah mempersempit ruang gerak pelaku kriminal karena semua nomor Hp bisa dilacak kepemilikannya. Kemudian keuntungan lain adalah harga Hp yang lebih murah atau bahkan tidak jarang gratis alias 0 yen. Untuk bagian terakhir ini akan ditulis lagi lebih lengkap di bagian bawah.




Tidak bisa mengirim SMS ?


Ah, yang benar ! Benar, handphone di Jepang tidak bisa digunakan untuk mengirim SMS dengan mudah layaknya Hp di Indonesia. SMS hanya bisa dikirim antar provider yang sama. Ibarat pengguna kartu Simpati hanya bisa kirim SMS ke pengguna Simpati doang. Jadi rugi dong ! Sudah tidak dijual bebas, tidak ada voucher isi ulang tidak bisa SMS lagi. Sebagai gantinya mereka mengenal sistem mail, jadi SMS harus dikirim lewat mail bukan lewat nomor Hp. Semua Hp di Jepang pasti memiliki alamat mail untuk mengirim pesan singkat. Jadi walaupun kita tahu nomor Hp seseorang, kalau kita tidakh tahu alamat mailnya maka SMS tidak akan bisa kita kirim.


Cara kirim dan terimanya sama saja dengan SMS biasa, bedanya hanyalah nomor Hp sebagai alamat yang dituju, diganti dengan alamat mail. System ini mempunyai kekurangan sekaligus juga memiliki kelebihan. Dengan sistem mail ini, pesan singkat bisa dikirim tidak terbatas hanya lewat Hp saja, namun bisa juga lewat wartel atau personal
komputer. Bahkan saat Anda berada di luar negeri sekalipun, asal ada jaringan internet, Anda sudah bisa mengirim pesan singkat dengan parter atau keluarga Anda. Dengan sistem SMS jelas hal ini tidak bisa atau membutuhkan biaya yang sangat besar untuk melakukannya. Namun tentu saja kalau kita jarang atau bahkan tidak akan pernah berpergian keluar negeri jelas system SMS yang ada sekarang adalah yang terbaik.

Mail Hp yang dimaksud sama persis fungsi dan kegunaannya dengan mail yang biasa Anda kenal seperti
yahoo misalnya. Adapun ciri khas dari mail Hp di Jepang adalah mempunyai nama belakang salah satu dari tiga provider yang ada. Contohnya : zzzzzz@docomo.ne.jpxxxxx@softbank.ne.jp untuk provider Softbank dst. Alamat mail juga bisa diganti atau diubah kapan saja kalau dirasa perlu. Karena semua Hp terbaru di negara tersebut sudah bisa dipakai untuk mengakses internet, maka mengirim ataupun menerima pesan singkat juga bisa dilakukan lewat mail standard yaitu yahoo, hotmail dll. kalau kita memakai provider Docomo, kemudian

Hp gratis !


Ini mungkin adalah bagian yang menarik. Seperti halnya di hampir semua negara maju lainya, harga sebuah hp biasanya cukup murah bahkan tidak jarang bisa didapatkan dengan gratis. Namun tentu saja hanya berlaku untuk model tertentu saja yang biasanya adalah Hp model lama. Namun walaupun model lama, bukan kuno dan murahan, karena setidaknya masih berukuran kecil dan tipis dan minimal sudah memiliki fasilitas kamera.


Untuk Hp model terbaru dengan berbagai fasilitas menarik seperti TV,
game, layar sentuh, internet dan berbagai fasilitas terbaru lainya tentu saja berharga mahal. Namun, semahal mahalnya harga barang elektronik di Jepang tetap saja terhitung murah karena sudah "disubsidi" oleh pihak provider jadi bisa dibeli dengan harga murah dan dicicil dan pembayaraanya cukup dibebankan pada setiap tagihan tiap bulan.

Untuk Hp gratis yang disebutkan di atas, sering menimbulkan salah pengertian dari beberapa rekan saya karena di asumsikan bisa di ambil dan dimanfaatkan di Indonesia. Sekali lagi, Hp di Jepang sama dengan telphone rumah jadi tanpa berlangganan atau mendaftar tentu Hp gratis ini tidak akan bisa dibawa pulang begitu saja. Jadi mirip dengan kasus helm gratis kalau beli sepeda
motor.



HP bekas ? Lupakan saja


Toko yang menjual HP bekas hampir hampir tidak umum ditemukan di negara ini. Satu satunya tempat tempat bursa Hp yang masih bisa ditemukan sekarang ini adalah di internet auction. Saya kurang begitu paham motif dan tujuan jual beli Hp bekas jenis ini, karena dengan harga yang jauh lebih murah atau bahkan 0 yen kita sudah bisa mendapatkan Hp baru. Disamping itu Hp tersebut tidak akan bisa dipasang dengan card lain selain dari provider yang sama.


Kalau tidak salah, sepertinya Hp yang paling banyak ditawarkan adalah jenis atau model tertentu, Hp yang dibeli di luar negeri dan tidak bisa dipakai di negeri Jepang, atau Hp yang bisa dipakai yang sudah di unlock atau card free jadi bisa dipasang dengan kartu apa saja. Jadi konsumen terbesarnya sepertinya adalah orang asing atau setidaknya akan dipakai di negara luar Jepang.



Beli Hp bagi orang asing


Diperlukan beberapa persyaratan standard yaitu ID card dan buku rekening bank. Persyaratan lain adalah surat jaminan dari perusahaan atau tempat bekerja, sekolah atau orang lain. Jadi tagihan rekening telephone yang mungkin tidak terbayar akhir bulan akan dibebankan atau ditagih ke pihak penjamin. Sedangkan syarat lain seperti kontrak 2 tahun adalah sama saja. Jadi bisa dibayangkan betapa ruwetnya untuk memiliki sebuah Hp di negara tersebut.



Pindah provider berarti ganti nomor ?


Pindah provider berarti otomatis ganti nomor baru. Hal ini sepertinya berlaku juga untuk sistem kartu seperti di Indonesia. Namun sekarang dengan diberlakukannya system MNP (Mobile Number Portability) bulan Oktober 2006 maka nomor lama tetap bisa kita pertahankan ketika pindah ke provider baru.



Harga pulsa bervariasi


Harga pulsa sangat bervariasi tergantung pada beberapa hal seperti pulsa yang dibayar oleh pelajar berbeda dengan pulsa masyarakat umum. Kemudian ada juga provider yang menerapkan pulsa gratis 24 jam untuk telephone antar keluarga, disount pada jam tertentu, gratis sms antar provider yang sama dll.


Seseorang yang setia menggunakan provider yang sama untuk jangka waktu yang lama biasanya akan mendapatkan pulsa harga special dengan discount sampai 30%. Pelanggan setia yang sudah menggunakan provider tertentu untuk jangka waktu lama yang berniat mengganti Hp dengan model yang lebih baru kadang bisa mendapatkannya sebuah hp baru dengan tanpa harus membayar sama sekali dengan model yang cukup baru. Jadi bukan hp model lama seperti yang saya sebutkan "Hp gratis" di bagian atas Jadi bisnis Hp di Jepang persaingan memperebutkan pelanggan sangat keras dan menawarkan beragam paket menarik untuk tetap bisa mempertahannkan pelanggan.


Larangan dan etika penggunaan Hp


Larangan penggunaan Hp biasanya diberlakukan di tempat tertentu seperti transportasi publik yaitu kereta api dan bus serta tempat lainya yang mungkin sudah umum diketahui seperti konsert, gedung bioskop dan lain lain. Umumnya larangan ini tidak mengikat secara hukum namun umumnya lebih bersifat etika atau manner.


Selain itu, kebanyakan sekolah menengah di Jepang menerapkan aturan pelarangan menggunakan Hp di areal sekolah bagi siswanya. Penggunaan Hp bagi siswa di lingkungan sekolah dianggap tidak terlalu bermanfaat sehingga kebanyakan sekolah di Jepang melarang siswanya membawa Hp dalam kelas atau selama pelaksanaan belajar. Jadi Hp harus disimpan di locker masing masing. Untuk urusan komunikasi ataupun situasi darurat, penggunaan telephone sekolah dianggap sudah memadai. Peraturan ini membuat cukup banyak orang tua yang keberatan karena Hp, selain sebagai alat komunikasi juga sebagai alat pelacak posisi anak karena adanya fungsi GPS (Sistem Penentuan Posisi Global). Selain keberatan dari pihak orang tua, keberatan tentu saja datang dari siswa itu sendiri. Sekedar tambahan bisa saya tuliskan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Cabinet Office, 31 persen siswa SD, 58 persen siswa SMP dan 96 persen siswa SMA pada saat ini menggunakan telepon seluler.


HP Jepang bisa dipakai di Indonesia atau sebaliknya ?


HP Jepang di Indonesia


Ini adalah bagian yang paling menarik dan paling sering ditanyakan. Kalau Hp tersebut adalah Hp khusus dalam arti dari awal dibeli untuk pemakaian International, dipakai di Indonesia namun rekening tagihan dibayar di Jepang, jelas tidak ada masalah sama sema sekali. Tentu saja kita tidak membicarakan Hp jenis ini, namun Hp standard dalam arti digunakan sepenuhnya di Indonesia seperti layaknya Hp biasa. Secara umum jawabannya adalah tidak bisa. Hal ini disebabkan karena :

  • Perbedaan system, frekwensi atau gelombang yang dipakai yaitu GSM CDMA untuk di Indonesia dan WCDM untuk di Jepang
  • Semua Hp yang dipasarkan di Jepang adalah dalam kondisi di"Lock" atau dikunci oleh pihak provider jadi praktis hanya bisa digunakan di negara Jepang saja. Bagian terakhir inilah yang paling utama yang menyebabkan Hp tersebut nyaris tidak bisa digunakan di negara lain.

Namun, tunggu dulu, jawaban di atas adalah jawaban standard. Bagian terpenting yang sudah di Lock ternyata masih bisa "di utak-atik". Jadi dengan membuka "kunci" tersebut atau istilah lainya "Unlock Hp" maka simsalabim, Hp Jepang yang nyaris menjadi sampah di negara kita bisa berfungsi normal layaknya Hp lainya. Tentu saja, untuk melakukannya tidaklah mudah dan sederhana. Diperlukan ketrampilan khusus dan juga beberapa perlatan tambahan serta chips khusus yang dibuat oleh para hacker.

Cara yang paling gampang adalah menghubungi orang atau jasa khusus yang mampu melakukannya. Terdapat banyak "perusahaan" yang menawarkan jasa ini yang bisa Anda search lewat internet. Harga yang ditawarkan untuk jasa ini bervariasi (mungkin) berkisar 400an ribu rupiah persatu Hp. Namun yang sedikit perlu diperhatikan adalah tidak semua Hp bisa di unlock jadi terbatas hanya untuk model tertentu saja. Apakah nantinya semua menu bisa berfungsi normal, kamera, video dll, silakan konsultasikan dulu dengan teknisinya. HP keluaran baru menurut para hacker relatif susah untuk di bobol.


Khusus untuk TV, kemungkinan besar tidak bisa dipakai. Indonesia menggunakan sytem PAL, untuk gelombang pewarnaannya, sedangkan Jepang menggunakan NTSC. Susahnya sering spesifikasi tersebut kemungkinan besar tidak dicantumkan dalam buku manualnya, karena memang dari awal sudah dirancang untuk dipasarkan khusus untuk di dalam negeri Jepang saja.



Hp Indonesia di Jepang


Jawabannya adalah bisa namun dengan sejumlah catatan :

  1.   Handset minimal 3G. Jepang tidak mengenal sistem jaringan GSM dan juga sistem kartu kartuan, jadi Hp dengan teknologi ini dipastikan tidak akan bisa dipakai.
  2.   Aktifkan Internasional Roaming. Hp bisa dipakai secara normal, cuma bayarannya yang menjadi tidak normal karena mau dipakai nelphone kemana saja, tetap dihitung pulsa internasional.

Alternatif :

  1. Sewa SIM card di konter provider di Jepang. Alternatif ini mungkin lebih baik karena harga pulsa dihitung harga lokal. (Nelphone ke tanah air tetap pulsa International). Jadi cara ini relatif lebih baik dari cara di atas. Namun kendalanya, selain bahasa tentunya, adalah Anda akan mendapatkan nomor baru sehingga nomor lama sama sekali tidak bisa dipakai.
  2. Gunakan Prepaid Phones. Namun cara ini sedikit ribet dan sedikit ketat karena memerlukan ID (domisili) Card yang jelas tidak bisa dimiliki oleh wisatawan. Beberapa counter katanya mau menerima alamat hotel sebagai verifikasi. Hp Perpaid ini harganya 5000 yen bisa dibeli di conveniece store dan berlaku selama dua bulan. Telephone akan expire setelah 4 bulan kalau tidak digunakan.
  3. Sewa Hp di counter penyewaan Hp di bandara. Ini adalah alternatif yang sangat mudah. Karena dikhususkan untuk orang asing maka kendala bahasa sepertinya tidak akan terjadi. Harga sewanya adalah sekitar 250-1000 yen per hari. Harga pulsanya adalah 70-200 yen permenit untuk nelpon domestik, pulsa internasional menyesuaikan. Untuk nerima doang, pulsanya gratis.
  4. Gunakan telephone umum. Sepertinya alternatif ini jarang yang mengetahuinya dan banyak yang tidak percaya. Namun yang jelas saya sudah cukup sering memakainya. Beruntung, negara ini dalam hal komunikasi menawarkan banyak kemudahan. Anda tidak perlu memakai telphone hotel yang berharga mahal, tapi cukup telphone umum. Walaupun namanya telephone umum, bisa dipakai untuk sambungan internasional. Uniknya, telphone jenis ini hanya mau menerima "coin only" untuk percakapan internasional dan tidak mau menerima telphone kartu kecuali untuk percakapan domestik. Pulsanya adalah sekitar 100 yen per satu menit. Hambatan terbesar yang selama ini saya rasakan dengan menggunakan cara ini adalah susahnya menemukan telphone umum yang relatif sepi dan tidak bising. Sebetulnya kemudahan ini, yaitu telphone umum untuk percakapan internasional juga berlaku untuk beberapa telphone umum di Indonesia dan sekali lagi, saya adalah salah satu pengguna setianya.

Catatan tambahan untuk penggunaan telephone umum di Jepang. Ada dua jenis telephone umum di Jepang yaitu berwarna abu abu dan warna hijau. Jenis pertama bisa dipakai untuk telephone internasional tanpa perkecualian sedangkan yang berwarna hijau sebagian ada yang bisa dan sebagian tidak. Biasanya ada keterangan berbahasa Inggris tercantum di dekatnya. Telephone yang berada dalam rumah box di pinggir jalan, warna apa saja biasanya pasti bisa dipakai untuk percakapan internasional. Cuma kendalanya adalah bising tadi.

Jadi mungkin disinilah letak keunggulan sistem SMS berbasis email karena pesan SMS bisa dikirim lewat komputer yang bisa dipakai gratis di lobby hotel atau bandara.


http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/bud...handphone.html

IPhone Diberikan Gratis di Jepang

iPhone akan diberikan secara cuma-cuma di Jepang. Ini merupakan salah satu strategi untuk mendongkrak penjualan iPhone. Adalah Softbank Mobile yang mempelopori pembagian iPhone 8GB gratis yang bernilai U$S235 (22,782 yen) tersebut. Syaratnya adalah, pembeli harus bersedia terikat kontrak selama dua tahun dengan operator.
 
Rupanya rendahnya peminat iPhone di Jepang menjadi faktor utama program baru yang mereka luncurkan itu. Pangsa pasar Apple di negara ini tidak setinggi di Amerika di mana ponsel dengan layar sentuh menjadi sesuatu yang baru. Di Jepang sendiri, mereka sudah akrab dengan perangkat sejenis selama beberapa tahun.

Oleh karena itu, butuh sesuatu untuk memunculkan gairah pembelian iPhone yang telah masuk di Jepang pada Juli tahun lalu ini. Selain membaginya secara cuma-cuma, Softbank juga membuat kampanye bertajuk "iPhone for everybody Campaign".

Sebagai bagian dari kampanye ini, Softbank memotong harga iPhone bermemori 16GB menjadi US$ 118 dari harga sebelumnya US$ 350. "iPhone for everybody Campaign" akan berjalan hingga akhir Mei nanti.

Remaja Jepang Kecanduan Ponsel

Anak-anak Jepang memang sejak dini telah dikenalkan dengan dunia teknologi, sehingga tak heran jika banyak inovasi teknologi yang dihasilkan dari negeri Matahari Terbit itu. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bagaimana anak-anak dan remaja Jepang begitu kecanduan dengan telepon seluler, sehingga  menjadi bagian hidup dalam berkomunikasi.
 Tak hanya mengirim pesan singkat (SMS) dan menelepon, anak-anak Jepang sudah menggunakan ponselnya untuk berkirim e-mail dan berselancar internet.
Survei yang dilakukan kementrian pendidikan Jepang menunjukkan, sekira 46 persen pelajar berusia 13-14 tahun dan 96 persen pelajar berusia 16 dan 17 diketahui memiliki ponsel. Selain itu, satu dari empat pelajar berusia 11-12 diketahui memiliki ponsel.
Survei yang dilakukan kepada 10 ribu anak-anak dan remaja itu mengungkapkan, ponsel-ponsel tersebut lebih banyak digunakan untuk mengirim e-mail, chatting, membaca e-book, mendengarkan musik, dan browsing.
"Sejumlah anak-anak itu sangat massif mengirim email," kata pejabat kementerian pendidikan, Hiroyuki Mantani. Satu dari lima pelajar menengah rata-rata menerima dan mengirim 50 e-mail per hari.
Hasil survei tersebut membuat kementrian pendidikan Jepang merasa khawatir dan mengingatkan para orangtua agar lebih mengawasi penggunaan telepon pada buah hatinya. Diperkirakan sekira 18 persen pelajar di Jepang menggunakan ponselnya saat jam pelajaran berlangsung.

SHARP Targetkan Jadi Pemimpin Pasar Ponsel Pintar di Jepang Tahun 2011

(Tokyo-Jepang) Sharp Corp Jumat (20/05) menargetkan, pada tahun fiskal 2011  meningkatkan penjualan telepon seluler pintar, atau naik dua setengah kali lipat dibanding tahun 2010, menjadi 5 juta unit guna mendapatkan pangsa pasar lebih besar di Jepang, bersaing ketat dengan produk Apple Inc, dari Amerika Serikat.

Pada tahun fiskal 2010, penjualan Sharp mencapai 2,08 juta unit, sehingga mendorong perusahaan meningkatkan target penjualan tahunan menjadi 5 juta unit per tahun, lebih awal dari jadwal yang sebelumnya direncanakan.

Selain itu, Sharp juga menargetkan peningkatan penjualan ponsel pintar di pasar mancanegara, termasuk Eropa, Amerika Utara, dan Cina.

Pada hari Jumat, Sharp juga meluncurkan enam model terbaru ponsel pintar Aquos, yang dapat mengirimkan foto, dan data film tanpa kabel untuk ditampilkan di TV LCD Aquos
 

Trio Ponsel Jepang Gabungkan Kekuatan

NILAH.COM,Jakarta- Grup elektronik raksasa Jepang, Hitachi, Casio dan NEC mengumumkan rencananya untuk memerger produksi telepon selulernya.

Tiga perusahaan yang relatif kecil di pasar telepon seluler itu akan berbagi dalam hal teknologi dan sumber daya manusia. Tahun depan, NEC akan memiliki 71% saham dari bisnis baru tersebut, Casio memiliki 20% dan Hitachi 9% saham.

Merger tersebut akan menciptakan produsen telepon seluler terbesar kedua di Jepang. Pengamat mengatakan mungkin ada konsolidasi lebih lanjut dalam persaingan pasar ponsel Jepang.

Casio dan Hitachi menciptakan ponsel bersama di tahun 2004. Kerjasama keduanya adalah membuat handset untuk operator ponsel Jepang KDDI Corp dan Softbank Mobile Corp, sementara NEC membuat ponsel NTT DoCoMo dan Softbank.
Tiga perusahaan menurun selama penurunan ekonomi. NEC sedang dalam proses mem-PHK 20.000 pekerjaan di seluruh dunia, sementara Hitachi baru-baru ini mengumumkan kerugian yang diperkirakan mencapai 270 miliar yen tahun ini.

Jepang Bikin Ponsel Kulit Manusia

Tokyo - Peneliti asal  Jepang mengatakan bahwa merekatelah mengembangkan ponsel berbentuk manusia dengan lapisan luar seperti kulit, sehingga penggunanya merasa dekat dengan orang di ujung lainnya.
Jepang Bikin Ponsel Kulit ManusiaPrototipe ponsel tersebut diberi nama Elfoid, merupakan proyek kerjasama antara Osaka University dengan Advanced Telecommunications Research Institute International , operator telepon seluler NTT DoCoMo dan lembaga lainnya.
Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) dalam siaran persnya, Kamis (4/3) menggambarkan gadget tersebut sebagai "media telekomunikasi revolusioner".
"Telepon selular mungkin merasa seperti orang yang Anda ajak bicara," kata pernyataan pers itu.
Mereka berharap dapat memasukkannya ke dalam produksi komersial dalam waktu lima tahun dengan menambahkan gambar dan fungsi pengenalan suara. Prototipe ponsel berukuran tinggi 20 cm, menyerupai bentuk setengah manusia dan jika tersentuh terasa seperti kulit dan memancarkan suara dari kepalanya. Pengguna seperti menghadapi langsung sebagai lawan mereka bicara.
"Prototipe, sedikit lebih besar dari ukuran telapak tangan, fitur lapisan luarnya terasa seperti kulit manusia," kata pejabat ATR.
Sebuah speaker dipasang di kepala gadget seperti boneka dan dilengkapi cahaya dioda dalam dada. Berwarna biru, bila telepon sedang digunakan dan merah, bila dalam modus siaga. Bodi ponsel menyerupai tubuh manusia, tetapi desainnya sengaja dibuat kabur, bisa sebagai laki-laki atau perempuan dan muda atau tua


Rubah Operator Tanpa Ganti Ponsel, Terobosan NTT DoCoMo Jepang


NTT DoCoMo, pemain top telepon selular Jepang akan menawarkan perangkat lunak yang dapat merubah operator tanpa mengganti telepon.
Sekarang ini telepon selular di Jepang dikembangkan secara eksklusif untuk operator tertentu, tetapi mulai April tahun depan, dengan perangkat lunak baru ini pengguna dapat membuka kunci kartu SIM dan merubah operator.
DoCoMo memiliki cakupan area terkuat, kunci untuk migrasi calon pengguna, dan CEO Yamada Ryuji mengatakan langkah ini akan diterima oleh pelanggan.
[Ryuji Yamada, CEO, NTT DoCoMo]:
"Mulai April tahun depan, pelanggan dapat membawa ponselnya ke toko DoCoMo, dan perangkat lunak ini akan membuka kunci kartu SIM mereka. Sekarang kami sedang mempersiapkannya, kami rasa pelanggan tentu ingin menggunakan perangkat lunak ini."

Mungkin saingan DoCoMo seperti No. 3 Softbank yang saat ini mendistribusikan iPhone yang popular dari Apple, akan menentang perubahan yang menyebabkan hilangnya pelanggan.

Namun, pemerintah Jepang ingin operator selular menghapus pembatasan, meningkatkan persaingan, pelayanan dan memotong harga.
Secara terpisah, Yamada mengatakan DoCoMo masih belum melepaskan keinginannya untuk menawarkan iPhone.

[Ryuji Yamada, CEO, NTT DoCoMo]:
"Kami belum melepaskan keinginan memasarkan iPhone. Saya pikir iPhone adalah sebuah platform ponsel yang bagus."
DoCoMo mengontrol setengah pasaran ponsel Japan, juga menghasilkan milyar dolar dalam investasi telekom di luar negeri.
Diakhir tahun nanti, perusahaan akan meluncurkan Evolusi Jaringan Jangka Panjang, yang mempercepat upload dan menyimpan data lebih besar.

Thailand dan Korsel Menangkan Kualifikasi Taekwondo

 Baku: Pesta olahraga dunia di London 2012 semakin dekat. Babak kualifikasi untuk mencapai ke tahap itu telah dimulai. Dari cabang olahraga Taekwondo yang akan dipertandingkan, Thailand dan Korea Selatan berhasil memenangkan kejuaraan di turnamen kualifikasi Olimpiade 2012 Taekwondo Dunia yang berlangsung di Baku, Azerbaijan, Kamis (30/6). 

Atlet putra Pen-Ek Karaket berhasil memenangkan kejuraan taekwondo laki-laki untuk 58 kilogram. Karaket memenangkan pertandingan final melawan Mercedes Yulis dari Republik Dominika. Sementara atlet putri Korea Selatan Kim Mi-Kyung meraih juara dalam pertandingan taekwondo berbobot 67 kilogram perempuan. Dalam kontes perempuan, Kim memenangkan medali emas dengan mengalahkan tuan rumah Azerbaijan Azizova Farida dengan skor 6-5. 

Sebanyak 345 atlet dari 109 negara dan daerah berkumpul di Baku, untuk turnamen kualifikasi dunia yang memiliki delapan kategori berat badan. Federasi Taekwondo Dunia juga akan mengatur pertandingan antara Oseania, Asia, Amerika, Afrika dan regional Eropa dalam turnamen kualifikasi.

Pertandingan taekwondo pada Olimpiade 2012 akan diikuti 128 atlet, 64 atlet laki-laki dan perempuan, yang akan bertanding di London, Inggris.
 

Ilmuwan Jepang Peragakan Hologram Yang Bisa Disentuh

hologramAnda ingin merasakan sesnsasi sentuhan pada tampilan hologram? ya, tentu saja. Dan ini seperti apa yang dikembangkan oleh para ahli di Jepang baru-baru ini. Pasalnya para ilmuwan di Universitas Tokyo tersebut telah mengembangkan sebuah projector hologram yang mampu merender secara nyata objek 3 dimensi. Sistem ini terdiri dari sebuah perangkat tampilan hologram, 2 track Wii mote dan sebuah unit ultrasound feedback.
Seorang peneliti Takayuki Hoshi menerangkan secara abstrak, bahwa tampilan mengambang di Udara yang pernah disaksikan pada film-film fiksi beberapa dekade yang belakangan. Baru-baru ini hal tersebut menarik banyak perhatian sebagai teknologi yang menjanjikan di bidang dunia digitalisasi dan pertelevisian, serta banyak tipe tampilan hologram yang dimaksudkan dan dikembangkan sekarang ini. Ditambahkan pula, objek virtual yang terlihat dalam bentuk hologram merupakan suatu pengalaman yang luar biasa sehingga kemungkinan ada hasrat ingin meraih atau bahkan menyentuh objek virtual tersebut untuk merasakan sensasi dari sentuhan tangan secara langsung.
Berpijak dari hasrat tersebut, Hoshi pun menegaskan bahwa timnya telah sukses menambahkan fitur feeback ke tampilan image pada  3D free space. Meskipun sensasi tersebut butuh kontak dengan objek secara alamiah, keberadaan stimulator d udara menekan tampilan image hologram. Oleh karena itu beberapa jenis remote kontrol sensasi diperlukan. Hal tersebut memberikan tampilan yang tampak terlihat seperti asli. Ini menggunakan nonlinear phenomenom ultrasound (tekanan radiasi akustik). Ketika sebuah objek memasuki perambatan ultrasound, sebuah bidang tekanan menekan permukaan objek tersebut.
Menurut Hoshi sendiri, sistem ini mampu direfresh berdasarkan data digital dan bisa digunakan pada video game, CAD 3D dan aplikasi yang sejenis lainnya.

Ponsel Berita Gempa Diminati Warga Jepang

Tokyo: Perusahaan-perusahaan telepon seluler Jepang berencana untuk meluncurkan jajaran perangkat telepon baru berjenis smartphone yang dapat menerima buletin berita gempa. Ponsel ini memang sangat diminati sejak terjadinya bencana gempa dan tsunami pada 11 Maret silam.
Demikian yang dilaporkan laman NHK, Rabu (18/5).
Salah satu perusahaan telepon seluler NTT DoCoMo juga berencana meluncurkan 8 seri telepon jenis ini pada beberapa bulan mendatang. Sementara, perusahaan KDDI juga sudah meluncurkan 6 seri smartphone serupa. Salah satu seri ponselnya itu memiliki kemampuan tahan air dan lengkap dengan tombol keyboard.

Sebelumnya, negara tetangga Korea Selatan juga sudah meluncurkan pentunjuk keselamatan bencana yang akan tersedia pada aplikasi-aplikasi smartphone. Aplikasi tersebut berguna untuk petunjuk keselamatan darurat setelah guncangan gempa. Tak hanya itu, aplikasi ini dilengkapi dengan peringatan 47 jenis bencana.

Source:Website Liputan 6

Jepang Olah Tinja Manusia Jadi Makanan

Orang-orang yang sudah mencobanya menyebutkan, rasanya seperti daging sapi.

Daging sintetis yang dibuat dari kotoran manusia. (foxnews.com)
 
 
Mitsuyuki Ikeda, ilmuwan asal Okayama Laboratory yakin bahwa banyak protein bagus di dalam kotoran manusia yang bisa dimanfaatkan. Untuk itu, ia mencari cara untuk mengekstraknya, mencampurnya dengan saus steak, dan berhasil membuat kotoran itu menjadi makanan.

Orang mungkin bertanya-tanya apa alasannya melakukan hal itu. Tetapi ternyata, alasan utamanya adalah permintaan dari pemerintah Tokyo sendiri.
Sebagai informasi, Tokyo saat ini kewalahan dengan lumpur selokan bawah tanah, dan satu-satunya cara untuk mengatasinya selain dengan membuang ke laut adalah dengan memakan ‘kotoran-kotoran’ tersebut.

Saat diteliti, Ikeda mendapati bahwa lumpur itu penuh dengan protein karena banyaknya konten bakteria di sana. Setelah dikombinasikan dengan peningkat reaksi dan menempatkannya di mesin ajaib yang disebut ‘exploder’, akhirnya steak buatan berhasil dibuat.

Lumpur kotoran itu mengandung 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen vitamin yang larut dalam lemak, serta 9 persen mineral. Adapun steak buatan yang dihasilkan pun warnanya juga merah, jadi konsumen tidak akan mengetahui bahwa yang akan ia makan merupakan tinja olahan.

“Dari uji pertama, orang-orang yang sudah mencobanya menyebutkan, rasanya seperti daging sapi,” sebut Ikeda, seperti dikutip dari Digital Trends, 20 Juni 2011.

Menurut Ikeda dan rekan-rekannya, cara ini merupakan solusi sempurna untuk mengurangi jumlah limbah dan emisi dari perut. Namun sayangnya, masih ada kekurangan dari solusi yang ditawarkan Ikeda. Biaya untuk memproduksi ‘Daging’ buatan itu 10 sampai 20 kali lebih mahal dibandingkan dengan harga daging sapi sungguhan. (eh)
• VIVAnews

 

Diluncurkan, Kaos Charger Ponsel

Kaos ini bisa digunakan sebagai solusi untuk mengisi power batere ponsel saat bepergian.

Sebuah kaos didesain untuk charger untuk mengisi batere telepon seluler (ponsel). Kaos ini, akan diuji coba pada Festival Musik Glastonbury di Inggris pada 22 hingga 26 Juni 2011 ini.

Prototipe kaos yang akan diuji coba ini didesain untuk mengisi tenaga telepon seluler menggunakan teknologi perespons suara. Sehingga, kebisingan suara seperti yang berada di lokasi festival digunakan sebagai energi pengisi batere, kapan pun diperlukan.

Dalam uji coba yang akan dilakukan, sebuah telepon seluler raksasa berwarna oranye akan dihubungkan secara langsung untuk menguji alat ini guna melihat hasilnya.

Menurut co-produser festival, Tony Andrews, kaos ini menyediakan solusi untuk mengisi baterai telepon seluler saat bepergian.

“Getaran suara, khususnya frekuensi dari suara bas, akan menciptakan getaran yang cukup untuk menghasilkan listrik,” kata Andrews sebagaimana dimuat laman foxnews.com.

Namun, saat kaos ini dirilis, pada waktu yang bersamaan sebuah perusahaan Jepang juga mengumumkan cara lain untuk mengisi batere ponsel. Perusahaan Jepang, memperkenalkan cara 'ngecas' telepon seluler dengan cara memanaskan air.

NewEnergy TES, yang berbasis di Osaka mengatakan gadget baru ini mampu mengubah panas dari air mendidih menjadi listrik yang bisa dimasukkan melalui USB ke dalam perangkat digital seperti pemutar musik dan global positioning systems (GPS).

Alat ini mulai bisa dibeli pada bulan ini dengan harga US$301. Perusahaan Jepang itu mengatakan, diperlukan waktu tiga hingga lima jam untuk mengisi baterai sebuah iPhone

source: VIVAnews

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys