YOKOSO

Irasshaimase Minna-san...
Welcome to my Blog

Sabtu, 25 Juni 2011

Japanese High School Sports Festival



FUKUSHIMA HIGASHI High School Sport Festival

Japanese High School Sports Day



Japanese High School Sport Days
It's look fun isn't it.

Koushien - High school baseball in Japan


Suasana Pertandingan Baseball di Koushien, Jepang.

Ichiro berhasil membawa Jepang penjadi pemenang dalam turnamen Classic

Jepang menjadi Negara kedua setelah Korea yang mampu mempertahankan gelar
LOS ANGELES – Pertandingan final turnamen Classic diselenggarakan pada Senin malam di Dodger Stadium. Pertandingan final turnamen Classic mepersembahakan pertandingan menarik antara Jepang melawan Korea. Siapapun yang menang dalam Pertandingan seru itu akan memenangkan World Baseball Classic untuk kedua kalinya.
Jepang sedari awal sudah diramalakan dan ditakdirkan untuk menjuarai turnamen tersebut untuk kedua kalinya. Pertandingan tersebut sangatlah seru, seperti yang diungkapkan oleh Komisaris Bud Selig “Itu sama intensitas seperti yang Anda lihat dalam pertandingan bisbol dalam waktu yang lama,” “Pertandingan tersebut sangat luar biasa. Pertandingan tersebut benar-benar menakjubkan.”
Jepang berhasil mengalahkan Korea sehingga menjadi juara untuk kedua kalinya dan mepertahankan gelar tahun 2006, dalam pertandingan yang spektakuler selama empat jam dengan score akhir 5-3, dalam 10 innings.
Kali ini mereka berterima kasih kepada Ichiro Suzuki yang setia untuk kemenangan tersebut. Pemain sayap kanan Mariners berusia 35 tahun yang memegang pemukul merampas 3-3 tie dengan two-run single di pitch delapan berhadapan dengan Chang Yong Lim yang bertangan kidal dengan pelari kedua dan ketiga dan dua out di innings ke-10.
Daisuke Matsuzaka dinobatkan menjadi MVP untuk kedua kalinya secara berturut-turut dalam turnamen Classic. Dia memperoleh 3-0 dengan point ERA 2,45 dalam turnamen tahun ini, dan dia memperoleh 6-0 dengan point ERA 1,95 secara keseluruhan.
Dalam tiga tahun, Matsuzaka telah memenangkan the Classic dua kali, mendapatkan gelar MVP Classic dua kali, dan 2007 World Series sebagai anggota Red Sox.
“Tidak semua orang dapat mengalami ini, dan tidak semua orang bias mendapatkan itu,” kata Matsuzaka, yang mengalahkan Tim AS pada Minggu malam untuk menempatkan negaranya dalam pertandingan final. “”Jadi saya merasa bahwa aku sangat beruntung. Saya benar-benar bersyukur mendapatkan gelar MVP. Saya tidak mengira bahwa gelar itu akan saya dapatkan lagi.”

Mental Down, Main Individu

Indonesia Kalah 40 Poin oleh Filipina
Tim nasional basket Filipina memberikan pelajaran berharga kepada Indonesia. Tampil di hadapan publik tuan rumah dan hanya dengan sembilan pemain, Filipina menaklukkan Indonesia dengan telak 94-54 pada laga kedua SEABA Championship 2011 di Britama Arena Sports Mall, Jakarta, tadi malam.
Menghadapi Filipina yang selama ini menjadi raja basket di Asia Tenggara, timnas Indonesia tampaknya sudah kalah sebelum bertanding. Sejak awal, Ronny Gunawan dkk tampil tidak lepas. Mereka banyak melakukan personal fouls seperti saat mengalahkan Singapura di laga pertama. Di kuarter pertama, pemain-pemain Indonesia melakukan 13 kali personal fouls.
Pemain naturalisasi Filipina kelahiran Amerika Serikat (AS) Marcus Douthit yang memiliki tinggi 210 sentimeter menjadi momok bagi Indonesia. Selama 24 menit bermain, dia mencatatkan 11 poin. Pemain asli Filipina Japeth Paul Aguilar yang bertinggi 2,08 meter menjadi bintang kemenangan Filipina dengan menyumbang 19 poin dan empat kali nge-dunk.
’’Kalah menang itu soal biasa. Tapi, saya menyayangkan anak-anak yang tidak bermain lepas. Mereka tidak bermain sebagai tim dan banyak memperagakan permainan individu,’’ kata Rastafari Horongbala, pelatih timnas Indonesia. Rastafari berharap, ke depan mental pemain tidak down terlebih dahulu jika menghadapi Filipina. 
 
Story Provided by Jawa Pos

Menunggu Kejutan (Lagi)

dblindonesia.com | 21-Jun-2011
Hasil Penyisihan Grup Honda DBL 2011
Berbagai kejutan mewarnai babak penyisihan grup Honda Development Basketball League (DBL) 2011 East Java Series yang berakhir Minggu (19/6). Kekuatan tim-tim peserta tahun ini yang makin berimbang membuat persaingan semakin kompetitif. Hasilnya, kuda hitam pun bermunculan. Mereka bisa menyisihkan tim-tim kuat yang memiliki nama besar di liga basket pelajar terheboh di Indonesia itu.
Dari wilayah north, kejutan pertama terjadi ketika tim putra SMA Khadijah Surabaya mengalahkan SMA Petra 5 Surabaya dengan skor 23-19 pada Kamis (9/6). Padahal, dua tahun terakhir, SMA Petra 5 mencatatkan prestasi bagus di Honda DBL. Pada 2009, mereka masuk sweet sixteen dan pada 2010 menembus big eight.
Khadijah sejak mengikuti kompetisi itu pada 2005 belum pernah mencapai babak playoff. Pada Honda DBL 2011 ini, mereka mendapat kesempatan spesial untuk tampil pada opening Sabtu lalu (4/6). Ketika itu, mereka berhasil menang atas SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya, 28-26.
Selanjutnya, kemenangan atas Petra 5 membuat kans menjadi juara grup makin besar. Akhirnya, mereka pun berhasil mewujudkan impian melaju ke babak playoff untuk kali pertama dengan mengantongi poin sempurna, yaitu 6 poin, hasil dari 3 kali menang.
”SMA Petra 5 merupakan lawan paling kuat di grup. Kami bersyukur bisa membuat kejutan dengan mengalahkan mereka dan akhirnya lolos ke playoff. Kemenangan itu merupakan buah kerja keras anak-anak. Dan lolos ke playoff ini sudah ditunggutunggu sejak lama,” ujar Antonius Warfin, pelatih Khadijah.
Selain SMA Khadijah, kuda hitam lain yang patut diwaspadai adalah tim putra SMAN 3 Sidoarjo. Mereka juga baru tahun ini lolos ke playoff setelah menjadi juara grup C. Smantigda –julukan SMAN 3 Sidoarjo– menyisihkan SMA Petra 4 Sidoarjo, juara DBL 2007 dan 2008, serta SMAN 9 Surabaya melalui goal average.
Pertandingan ketat dengan hasil tak terduga pun membuat babak penyisihan grup makin menarik diikuti. Salah satunya saat tim putra SMAN 7 Surabaya mengalahkan SMA Cita Hati Surabaya dengan skor tipis, 24-23. Spesialnya, kemenangan itu diperoleh 3 detik menjelang pertandingan berakhir. Kemudian, di hari yang sama, tim putra SMA Barunawati Surabaya juga mengungguli SMA Petra 2 Surabaya, 15-13. Padahal, dilihat dari track record, tim putra Petra 2 pernah lolos playoff pada DBL 2005, 2007, dan 2010. Sedangkan Barunawati belum pernah.
Pertandingan lain yang bikin deg-degan sampai akhir adalah partai do or die antara SMA YPPI 1 Surabaya dan SMAN 16 Surabaya untuk memperebutkan tiket playoff. Tertinggal sejak awal hingga kuarter ketiga, anak-anak Sixteen –sebutan SMAN 16 Surabaya– membalik keadaan pada kuarter keempat. Lalu, tembakan buzzer beater sang center Vanodya Augusta pada detik terakhir membuat Sixteen menang 26-24 dan lolos ke babak playoff.
Dari wilayah south, kejutan terbesar adalah tumbangnya tim putri SMA Kolese Santo Yusup Malang. Juara Honda DBL East Java Series-South Region dua tahun berturut-turut itu (2009 dan 2010) kalah 23-47 atas SMAN 2 Jember pada pertandingan pertama (11/6). Langkah tim putri Kosayu, sebutan SMA Kolese Santo Yusup Malang, pun terhenti di penyisihan grup. SMAN 2 Jember yang melaju ke playoff.
Dengan banyaknya kejutan yang mewarnai penyisihan grup, bukan tidak mungkin kejutan yang lebih besar bakal tersaji pada babak playoff mendatang. Sebanyak 32 tim (16 putra, 16 putri) melaju ke babak sweet sixteen Honda DBL 2011 East Java Series-North Region pada 13 Juli. Dari wilayah south, 16 tim (8 putra, 8 putri) bakal bertanding di big eight pada 14 Juli mendatang.

Nikmati Berbagi dengan Anak Panti

Basket tidak melulu pertandingan. Basket juga bisa menjadi media untuk berbagi dengan sesama. Itulah yang dilakoni para pemain National Basketball League (NBL) Indonesia Selection. Lewat NBL Berbagi, empat pemain NBL kemarin mengunjungi Panti Asuhan Putra Immanuel, Surabaya.
Pemain yang hadir adalah peraih gelar MVP NBL Indonesia musim lalu I Made ’’Lolik’’ Sudiadnyana (Garuda Flexi Bandung), Oki Wira Sanjaya (Aspac Jakarta), Dian Heryadi (Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan), dan Ruslan (Stadium Jakarta).
Mereka menengok isi panti yang berisi 39 anak tersebut. Kebetulan, di kompleks panti tersebut juga terdapat lapangan basket. Selain menyanyi bersama, empat pemain NBL Indonesia Selection memberikan basketball clinic. Di antaranya, passing dan shooting.
Anak-anak penghuni panti terlihat sangat bahagia dengan kehadiran para pemain tersebut. Mereka bertanya banyak hal dengan antusias. Pertanyaan yang sering muncul adalah cara pemain bisa punya tubuh sangat tinggi. ’’Tidur yang cukup, makan yang bergizi, dan sering latihan basket,’’ kata Oki saat menjawab pertanyaan mereka.
Kegembiraan anak-anak panti semakin lengkap ketika mereka mendapatkan hadiah berupa buku dan alat-alat tulis. Mereka langsung minta tanda tangan para bintang NBL yang hadir.
’’Saya sangat senang karena ada kakak-kakak itu. Saya ingin tinggi seperti mereka,’’ ungkap Joey. Bocah lima tahun tersebut sebulan menghuni Panti Asuhan Putra Immanuel.
Kegembiraan juga dirasakan para pemain NBL. Bagi Oki dan Dian, itu adalah kali pertama mereka berkunjung ke panti asuhan. ’’Saya senang karena berkesempatan membagikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka,’’ ujar Oki. ’’Semoga, mereka tidak putus asa. Saya ingin mereka punya harapan untuk menemukan jalan masing-masing,’’ tutur Dian.
Enny Labendi, kepala panti, menyambut gembira kunjungan pemain NBL. Itu merupakan un tuk kali pertama mereka mendapatkan kunjungan bintang olah raga profesional.
’’Lebih dari gembira, kami berterima kasih karena mendapatkan kehormatan besar. Semoga Mas Lolik dan kawan-kawan bisa memberikan motivasi kepada anak-anak kami,’’ paparnya.

Story Provided by Jawa Pos

Habis-habisan di Kota Pahlawan


USA Legends Siapkan Hiburan Tak Terlupakan 
nblindonesia.com - 25/06/2011 

Serunya laga Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia Challenge 2011 di Jakarta telah berlalu. Laga kedua USA Legends versus NBL Indonesia Selection di DBL Arena, Surabaya, malam ini diyakini bakal lebih seru. Sebab, ini adalah laga pemungkas dan bersejarah. Jangan lupa, Surabaya adalah ibu kota basket Indonesia. Beberapa even basket, mulai liga pelajar sampai laga kelas dunia, dihelat di Kota Pahlawan. Karena itu, pemain USA Legends dan NBL Indonesia Selection siap tampil habis-habisan.
’’Kami tidak hanya senang, tapi juga bangga bisa bertanding di Surabaya. Saya sedikit tahu melalui internet tentang suasana Surabaya. Karena itu, kami ingin memberikan show yang bakal penonton ingat sampai di rumah,’’ kata Charles Smith, mantan bintang New York Knicks, setelah sesi latihan di DBL Arena kemarin (24/6). Smith menambahkan, tim NBL Indonesia Selection yang tampil di Surabaya akan lebih kuat dengan masuknya muka baru. Belum lagi kehadiran pemain-pemain yang tampil pada laga pertama di Jakarta (22/6).
Smith menyebutkan tiga pemain NBL Indonesia Selection yang wajib diwaspadai. Yakni Dimaz Muharri, Denny Sumargo, dan Oki Wira Sanjaya. ’’Dimaz seorang tricky guy. Dia cerdik sekali. Sementara Denny dan Oki shooter yang hebat,’’ ucap Smith.
Dalam sesi latihan kemarin, para penggawa USA Legends sangat bersemangat. Beberapa pemain adu hebat untuk melakukan tembakan tiga angka. Di antaranya adalah ’’persaingan’’ antara Dale Ellis, Clifford Robinson, dan Voshon Lenard. Ketiganya berkompetisi untuk mencetak angka lewat tembakan tiga poin, baik dari jarak dekat maupun hampir setengah lapangan.
Beberapa pemain beradu teknik H-O-R-S-E. Peserta harus menembak dari lokasi dan cara yang tak konvensional untuk mengurangi peluang lawan meniru tembakan tersebut. Atraksi itu bakal menjadi hiburan tersendiri bagi publik Kota Pahlawan.
Lain lagi halnya dengan Cedric Ceballos. Pemain yang mencetak 33 poin pada laga di Jakarta itu begitu serius saat latihan. Dia bahkan menambah porsinya. Ketika pemain lain pulang ke hotel, Ceballos terus berlatih. Alhasil, anggota NBA All-Star 1995 tersebut harus balik ke hotel dengan naik taksi.
Atraksi lain yang disiapkan USA Legends adalah dunk. Chidozie C. Chukwumah adalah salah seorang pemain yang siap menghibur penonton dengan aksi memukau. Saat latihan kemarin, dia beberapa kali melakukan dunk. Pada laga di Jakarta lalu, dia juga bisa melakukan alley-oop dunk. Teknik itu termasuk sulit. Dibutuhkan kecermatan dan kejelian umpan serta timing yang tepat dari pemain yang menerima assist sebelum melakukan dunk.
’’Aksi itu akan saya ulang besok (hari ini, Red). Pertandingan besok (hari ini, Red) akan banyak sekali dunk dan lebih seru dibanding di Jakarta,’’ kata Chukwumah.
Bagaimana dengan para pemain NBL Indonesia Selection? Kumpulan pemain pilihan dari liga basket teratas di Indonesia itu tidak gentar untuk meladeni USA Legends. Mereka bahkan siap memberikan perlawanan yang maksimal.
’’Di Jakarta saya beberapa kali mengecoh (Charles) Smith. Saya ingin mengulangnya. Saya juga ingin memberikan show yang lebih meriah di Surabaya,’’ ungkap Dimaz Muharri, bintang Nuvo Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights.
Tekad serupa diusung Galank Gunawan. Pemain Satria Muda (SM) Britama Jakarta itu tidak tampil pada laga pertama melawan USA Legends. Karena itu, dia penasaran menjajal kemampuan para mantan bintang NBA tersebut. ’’Sangat menyenangkan kalau bisa membuat para penonton gembira menyaksikan pertandingan. Itu tugas kami di lapangan,’’ kata pemain asal Magelang, Jateng, itu. (ru/nur/c13/ca)
Story Provided by Jawa Pos

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys