Bicara mengenai jepang biasanya dikaitkan dengan makanan khas yaitu Sushi dan Sasihmi, yaitu makanan yang berbahan dasar ikan mentah dan makanan laut yang masih segar tanpa dimasak. Karena belum pernah mencoba makanan Sushi, namun saya pernah mencoba makanan Sashimi. Di Warung Sushi Putar ( Kaiten Sushi ) yakni warung yang menyediakan sushinya di atas piring kecil dan piringnya ditaruk diatas belt ( ban berjalan ) sehingga tamu bisa ambil sendiri jenis mana yang mau dimakan. Karena piring ini berputar terus maka disebut Kaiten Sushi ( Kaiten : berputar ).
![]() |
| Memesan Sushi dengan menggunakan Touch Panel |
Di Kaiten Sushi ini saya menemukan suatu alat dimana menggunakan Teknologi untuk Komunikasi. Selain kita ambil sendiri dari putaran itu, kita juga bisa pesan. Cara pesan ini yang menggunakan alat komunikasi, dengan alat ini orang yang tidak tahu namanya pun bisa pesan, bahkan orang yang tidak tahu bahasa jepang pun bisa pesan ( tentunya harus ada teman yang dikit bisa baca atau cara gunakan alat ini ).
Alat ini berupa Touch Panel ( mirip IPAD, besarnya juga segitu), alat ini sudah ada sebelum IPAD dijual. Sistemnya juga dengan cara sentuh ( touch ), jadi kita tinggal pilih jenis apa , dari situ akan muncul daftar dan gambar Sushinya, terus tentukan jumlah berapa lalu tekan tombol “PESAN”. Pesanan ini akan ditaruk di atas belt tadi juga. Supaya tidak diambil orang lain, maka jenis makanan yang di pesan ditaruk diatas tempat khusus dan diberi nomor meja yang pesan. Satu lagi yang menarik adalah sewaktu pesanan kita mau datang, Alat tadi bisa mengeluarkan suara yang mengatakan : “sebentar lagi pesanan mau datang”, Pesan ini penting karena kalau tidak tahu makanan yang kita pesan datang , maka makanan/shusi yang kita pesan akan jalan terus berputar2 … Biasanya kalau udah demikian salah satu pegawai “mengalah” dan membawa pesanan ini ke meja yang memesan ( biasanya pemesan sambil minta maaf )
Dalam gambar berikut, tampak di atas belt ada nomor meja 50, lalu berikutnya makanan yang dipesan. Di warung sushi sudah disediakan minuman ( air putih ) dan teh jepang ( teh hijau ). Kita tinggal masukan bubuk teh hijau lalu dikucurkan air panas. Air panasnya tinggal pencet seperti kran ( lihat gambar dibawah ini, diantar touch panel dan chop stick ada yang mirip kran warna putih ).
Teknologi touch panel ini emang sudah dipakai dimana2 seperti di telephone, ruang karaoke, restoran saji cepat dan lain lain. Pada awalnya touch panel ini banyak digunakan di bank2, sebagai monitor ATM ( automated teller machine )
Setelah selesai makan, maka kita tinggal pencet tombol, dan petugas akan datang ke meja kita serta menghitung piring kosong yang ada di meja kita. Warna/jenis piring menunjukan harga. Di jepang juga ada berbagai jenis warung sushi, dari yang mahal sekali, mahal, agak mahal, murah. Yang saya ceritakan di sini ( lihat gambar diatas ) adalah jenis warung sushi dengan harga 100 YEN per piring. Jadi semua jenis ikan atau hidangan lainnya harganya sama 100 YEN. Jadi kita sendiri bisa menghitung sudah habis berapa kita makan. Selain sushi ada juga dessert , sop, takoyaki, juice minuman ( kayak teh kotak dsb itu ) , dan beberapa makanan lainnya, jenis makanan ini harganya bukan 100 Yen, tergantung makanannya. Jenis makanan ini disajikan dengan piring yang berbeda warnanya.
Jenis warung sushi yang agak sedikit mahal, seperti yang saya katakan tadi harga sushi bervariasi, bisa dilihat dari jenis/warna piringnya. Di warung sushi, selain hidangan ikan mentah, juga ada yang di goreng atau dibakar, ini untuk mereka yang tidak bisa makan makanan mentah, tentu saja namanya bukan sushi lagi . . .
Demikian cerita ringan tentang sushi, kalau mau coba dan murah, ya cari sushi seratusan ( maksudnya harga satu piring untuk semua jenis 100 Yen ), nama warungya yang saya pernah makan adalah : “Sushiro” dan “Sushi Ondo”. Ada juga warung lain “Kappa Sushi”.



22.13
Monica Catalonia


Posted in:

0 komentar:
Posting Komentar