YOKOSO

Irasshaimase Minna-san...
Welcome to my Blog

Kamis, 07 Juli 2011

Mendiknas Jepang Larang Ponsel Saat Ujian

Ujian Masuk Universitas di Jepang

Image: corbis.com
Image: corbis.comTOKYO - Menteri Pendidikan Jepang Yoshiaki Takaki angkat bicara terkait skandal indikasi kecurangan pada ujian masuk empat universitas di Jepang. Para peserta ujian dicurigai menggunakan telepon seluler (ponsel) untuk mengirimkan soal ujian mereka dan menerima jawabannya melalui sebuah situs internet. 

Takaki mengatakan, perlu dibuat larangan adanya ponsel dan perangkat komunikasi lainnya di lokasi ujian. Korea Selatan memberlakukan larangan tersebut setelah skandal kecurangan pada 2004 yang juga melibatkan  ponsel. Pemerintah Korea Selatan bahkan mengharuskan para peserta ujian untuk melewati detektor logam ketika akan memasuki ruang ujian.

Takaki mengatakan, tindakan harus diambil segera untuk memastikan kewajaran ujian yang diberikan setiap tahun di akhir musim dingin dan awal musim semi tersebut. "Ini tak bisa dimaafkan," kata Takaki seperti disitat dari situs New York Times, Rabu (2/3/2011).

Salah satu dari empat perguruan tinggi tadi, Waseda University di Tokyo, mengatakan, akan membandingkan jawaban yang dipublikasikan di situs dengan hasil ujian masuk dari 9.935 pelamar, untuk melihat apakah ada kecocokan. "Kejujuran dan keadilan dalam ujian kita merupakan dasar institusi kami," kata juru bicara Waseda Zenta Uchida.

Ujian selama satu hingga dua hari ini biasanya digelar dalam ruang besar berisi ratusan peserta. Pihak Waseda juga akan bertanya kepada para guru dan 462 alumni yang memantau ujian, jika mereka melihat kecurigaan apa pun.

Keempat sekolah, yang juga termasuk Doshisha University di Kyoto dan Rikkyo University di Tokyo, telah meminta bantuan polisi, serta berjanji untuk mengambil langkah-langkah mencegah kecurangan menggunakan ponsel di masa depan.

Mengingat bahwa mencontek bukanlah tindakan kriminal, pihak kepolisian akan menyelidiki apakah para pencontek melanggar undang-undang yang menghalangi operasi lembaga seperti sekolah.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys